LIPUTANBEKASI.COM - Pesantren telah hadir dan berperan sepanjang umur bangsa Indonesia.
Sejak proses embrio nasionalisme, perjuangan kemerdekaan, hingga jihad mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Pesantren juga telah menjadi pemasok pemimpin dan cendekiawan bangsa yang berperan di berbagai bidang.
Kini, saatnya pesantren lebih berperan mengubah kerumunan Umat menjadi kekuatan nyata.
Baca Juga: Tim Panjat Tebing Kabupaten Bekasi Lolos Kualifikasi Porprov Jawa Barat
“Di tengah krisis global, umat Islam harus memahami betul situasinya. Jangan sampai kita berkelahi karena ada pihak lain yang membuat perang. Kita tidak perlu defensif. Sebaliknya, kita harus ofensif memperkenalkan cara kerja dan cara berpikir Islam kepada publik yang luas,” kata Anis Matta, Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indonesia, dalam kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Attaqwa di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat, 3 Desember 2021.
Anis datang bersama Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora, dan rombongan pengurus nasional, serta Haris Yuliana, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat, beserta pengurus daerah hingga tingkat Kabupaten Bekasi. Anis dan rombongan diterima oleh KH Irfan Mas’ud, pimpinan Pesantren Attaqwa.
Anis menjelaskan visi perjuangan keumatan Partai Gelora. Visi tersebut dimulai dengan penerimaan fakta bahwa negara Indonesia berdiri dengan satu kesepakatan dasar negara yang bernama Pancasila.
Baca Juga: Reuni 212, Kepolisian Akan Berikan Sangsi Pidana, Karena Tidak Dapat Ijin, Refly Harun Berkomentar
Menurut Anis, inilah buah ijtihad para ulama dan pemimpin umat yang terlibat dalam perdebatan itu dan perdebatan itu suda selesai, termasuk bentuk negara kesatuan Republik Indonesia.
“Kita percaya pada demokrasi karena demokrasi adalah ruang bagi semua dan karenanya umat Islam harus ada di pusaran kekuatan utama masyarakat. Sudah waktunya kita mengubah kerumunan umat menjadi kekuatan yang representasinya nyata di dalam kekuatan politik. Di sini, pesantren punya peran yang sangat penting,” ujar Anis.
Umat Islam harus berpikir membangun platform baru untuk seluruh bangsa Indonesia, lanjut Anis, dan dalam konteks itu bangsa Indonesia perlu cita-cita baru untuk diperjuangkan bersama.
Baca Juga: Baim Wong Doakan Didit Wijayanto, Pengacara yang Tersandung Kasus Korupsi LPEI
“Inilah yang mendasari Partai Gelora mengajak seluruh elemen bangsa memperjuangkan agar Indonesia menjadi kekuatan ke-5 dunia. Saat ini sedang terjadi krisis global dan ada peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran sebagai salah satu pemimpin dunia. Namun untuk itu kita perlu cita-cita baru,” tambah Anis.
Artikel Terkait
Aziz Syamsuddin Mundur, Lodewijk Maju Jadi Wakil Ketua DPR RI Baru
Survei Indikator Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Jokowi Dodo Menurun
Istana Buka Suara Soal Kudeta Demokrat, Mahfud Ucap Jokowi Tidak Mau Akui Moeldoko Sebagai Ketua Umum Demokrat
Aziz Syamduddin Disebut Punya 8 Orang Kenalan di KPK
Prabowo Subianto Dipastikan Maju dalam Pilpres 2024, PPP Berikan Saran Cawapres-nya
Cholil Nafis Kritik Pemerintah Soal Penggeseran Hari Libur Keagamaan
Mahasiswa Mulai Bergerak ke Istana, Presidennya sendiri malah terbang ke Kalimantan
Menyatakan 'Kemenag Hadiah Negara untuk NU', Menag Yaqut Cholil Dikritik Banyak Pihak termasuk Muhammadiyah
Waketum Partai Gerindra, Ferry Juliantono Mengomentari Isu Bisnis PCR Hingga Sebut Nama Jokowi
Disebut Tidak Menghargai MPR, Sri Mulyani Angkat Bicara