Kemenperin Gandeng Industri Petrokimia Jaga Pasokan Plastik Nasional

photo author
Fauzi Ghanim, Liputan Bekasi
- Jumat, 17 April 2026 | 13:40 WIB
Industri Plastik Optimistis Stok Aman, Pemerintah Tetap Waspadai Geopolitik Global
Industri Plastik Optimistis Stok Aman, Pemerintah Tetap Waspadai Geopolitik Global

LIPUTAN BEKASI - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menjaga stabilitas pasokan bahan baku industri plastik nasional di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang.

Salah satu perhatian utama adalah situasi di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan baku petrokimia.

Untuk mengantisipasi dampaknya, Kemenperin menggelar pertemuan dengan pelaku industri hulu, antara, hilir, hingga sektor daur ulang plastik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa hasil pertemuan menunjukkan optimisme dari pelaku industri terkait ketersediaan stok plastik di dalam negeri.

Baca Juga: Asap Hitam Pekat dari Gudang Ban Terbakar Gegerkan Warga Cibodas

“Dari hasil pertemuan, kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garis bawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat,” ujar Agus di Jakarta, Kamis (16/4).

Industri Komitmen Jaga Pasokan

Dalam pertemuan tersebut, para pelaku industri juga menyatakan komitmen untuk menjaga kesinambungan suplai plastik, terutama bagi industri kecil dan menengah agar tetap mampu bersaing di pasar.

Namun demikian, Kemenperin mengakui adanya dampak dari gejolak geopolitik terhadap struktur harga produk plastik di dalam negeri. Kenaikan biaya logistik, freight pelabuhan, hingga surcharge premium menjadi faktor yang memengaruhi harga.

Selain itu, waktu pengiriman bahan baku impor juga mengalami keterlambatan signifikan. Jika sebelumnya rata-rata pengiriman hanya memakan waktu sekitar 15 hari, kini bisa mencapai hingga 50 hari.

“Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi,” jelas Agus.

Dorong Kemandirian Industri Petrokimia

Pemerintah menilai kondisi global saat ini menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional, khususnya dalam penyediaan bahan baku domestik.

Agus menegaskan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor harus terus dikurangi melalui penguatan kapasitas industri dalam negeri.

“Peristiwa ini semakin menegaskan pentingnya membangun industri petrokimia nasional yang kuat dan mandiri,” tegasnya.

Selain itu, investor juga berharap agar subsektor petrokimia semakin menarik bagi penanaman modal baru. Salah satu faktor yang dianggap penting adalah perlindungan pasar domestik dari gempuran produk impor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauzi Ghanim

Rekomendasi

Terkini

X