Dari Putus Sekolah ke Bangku SMP Lagi, Cerita Syifa yang Kembali Bermimpi Berkat Program Sekolah Rakyat Pemerintah

photo author
Fauzi Ghanim, Liputan Bekasi
- Jumat, 17 April 2026 | 21:22 WIB
Kisah Syifa, Remaja Putri yang Kembali Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat
Kisah Syifa, Remaja Putri yang Kembali Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat

LIPUTAN BEKASI - Harapan untuk melanjutkan pendidikan sempat hilang bagi Syifa Syafitri, remaja asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali.

Ia terpaksa putus sekolah saat duduk di kelas 8 SMP akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

"Saya putus sekolah di tahun ajaran 2024, di kelas 8 menuju semester dua akhir karena ekonomi keluarga saya," jelas Syifa, dikutip Jumat (17/4).

Ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya berjualan pakaian bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Promedia Group dan SKI Bantu Wartawan, Program Ganti Atap Masuk Penerima Keempat

Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, ia memilih membantu keluarga dengan mengurus adik-adiknya di rumah.

"Nanti juga pas jualan baju juga sama ibu, berdua terus," tuturnya.

Kondisi tersebut membuatnya harus mengubur cita-cita untuk bekerja di sektor pertambangan yang telah lama diimpikan.

Kesempatan baru datang setelah ia diterima dalam program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Melalui program tersebut, ia kini melanjutkan pendidikan di SR SMP 78 Sragen tanpa dipungut biaya.

Ia mengaku senang karena mendapatkan fasilitas lengkap seperti makan gratis tiga kali sehari, kudapan, asrama, serta perangkat belajar.

"Seragam dan baju tidur serta baju untuk di asrama juga dikasih dari Sekolah Rakyat tanpa dipungut sepeser biaya apapun," jelas dia.

Selain itu, ia juga mendapatkan pengalaman baru dalam hal kemandirian dan kedisiplinan selama tinggal di asrama.

"Jadi kalau bangun subuh itu sudah enggak dibangunin lagi dari wali asuh dan wali asrama, tapi diri kita sendiri. Terus juga kita cuci baju sendiri," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauzi Ghanim

Rekomendasi

Terkini

X