LIPUTAN BEKASI - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya, mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap Kinerja kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurun jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.
Kondisi ini terekam dalam Survei Indikator Politik Indonesia mengenai persepsi publik tentang isu-isu terkini yang diselenggarakan pada 17-21 September 2021.
Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober 2021 : Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila
Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, "Mayoritas masyarakat puas atau cukup puas dengen kinerja presiden menangani wabah Covid-19 61,8 persen. Kepuasan tidak berubah dalam dua bulan terakhir," kata Burhanuddin dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, pada hari Minggu, 26 september 2021.
"Sangat puas atau puas terhadap kinerja presiden secara umum itu 58,1 persen," kata Burhanuddin dalam konfensi pers yang disiarkan secara daring, pada hari Minggu, 26 september 2021.
Sementara itu, mereka yang menyatakan kurang puas sebanyak 34 persen dan tidak puas sama sekali sebesar 2,4 persen.
Baca Juga: Polisi Ungkap Pelaku dan Penyebab Kebakaran Lapas di Tangerang
Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa, dari hasil survey yang dilakukan pihaknya, tidak terlihat perubahan kepuasan mayarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Sebelum pandemi, tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 70 persen, dan saat pandemi survey tingkat kepuasan mengalami penurunan.
Burhanuddin menyampaikan, pada survei sebelumnya yang di laksanakan pada Juli 2021 menunjukkan angka kepuasan terhadap kinerja kerja Presiden Jokowi 60,5 persen.
Selain itu dia menyinggung tentang pelaksanaan PPKM darurat dalam penanganan Covid-19, sebanyak 91,8 persen.
Baca Juga: Pengakuan Pahlawan Revolusi Korban Pengkhianatan G30S PKI, Netizen : Merinding
"Hampir semua warga mengetahui pelaksanaan PPKM darurat dan sikap publik terbelah antara setuju atau tidak setuju PPKM darurat dikeluarkan pemerintah. Sekitar 51 persen setuju dan 45 persen kurang setuju," kata Burhanuddin.
"Mayoritas percaya pelaksanaan PPKM darurat mengurangi angka penularan dan angka kematian akibat pandemi," lanjutnya.
Apabila dilihat dari sisi demografi, semakin tua usia masyarakat maka kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkat.
Artikel Terkait
Aziz Syamsuddin Mundur, Lodewijk Maju Jadi Wakil Ketua DPR RI Baru
Ini Dia Jadwal Lengkap MotoGP Amerika Awal Oktober Nanti
Ini Dia 4 Deretan Merk Mobil Bersejarah Pahlawan Revolusi, Usai dibantai Pada Peristiwa G30S PKI
Ratusan Makam di Bantar Gebang Bekasi Kelelep Tumpukan Sampah, Benarkah?
Kisah Haru Perjuangan Tenaga Kesehatan Melakukan Vaksinasi di Aceh
Sudah Menemukan Penggantinya sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir memilih Perempuan Muda
Indro Warkop Dituding Warganet, Tutup Rezeki Warkopi