LIPUTAN BEKASI - Kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin masih berlanjut.
Seperti yang diketahui sebelumnya, kasus yang juga menyeret mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Patujju merupakan kasus dugaan suap penanganan perkara.
Dalam sidang perkara yang digelar pada hari Senin, 4 Oktober 2021, jaksa mengungkap sebuah rahasia baru pada kasus tersebut.
Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin disebut mempunyai delapan orang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga dapat dimintai bantuan untuk amankan perkara.
Hal itu terbongkar dalam sidang perkara kasus dugaan suap dengan terdakwa mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Patujju di Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin, 4 Oktober 2021.
Awalnya, jaksa penuntut KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekretaris Daerah Tanjungbalai, Yusmada.
BAP tersebut memuat percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M. Syahrial.
Dalam BAP itu, Syahrial menyebut Azis memiliki delapan orang di KPK untuk mengamankan perkara.
“BAP Nomor 19, paragraf 2, saudara menerangkan bahwa M. Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta. M. Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis, OTT, atau amankan perkara. Salah satunya Robin,” beber jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, dikutip dari akun instagram @beritasatu pada Senin, 4 Oktober 2021.***
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Tersandung Kasus Suap, Golkar Siapkan Penggantinya
Fadli Zon dan Rocky Gerung Sindir Jokowi Perihal Pencitraan : Skenario Istana Negara, Jangan ada Kebocoran
Aziz Syamsuddin Mengundurkan Diri Setelah Menjadi Tersangka, MKD : Beban DPR berkurang
Giring Ganesha Ucap Gubernur Anies Baswedan Sebagai Pembohong, Begini Penjelasannya
Aziz Syamsuddin Mundur, Lodewijk Maju Jadi Wakil Ketua DPR RI Baru
Survei Indikator Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Jokowi Dodo Menurun
Istana Buka Suara Soal Kudeta Demokrat, Mahfud Ucap Jokowi Tidak Mau Akui Moeldoko Sebagai Ketua Umum Demokrat