LIPUTANBEKASI.COM - Belakangaan santer terdengar pencalonan Mantan Gubernur DDKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden pada pemilu 2024. Mendapat dukungan dari NasDem, PKS, dan Demokrat, lantas Membuat Anies giat wara-wiri safari politik.
Dengan melakukan hal tersebut diharapkan nantinya mendapatkan kepercayaan dan dukungan masyarakat pada pemilu 2024 mendatang. Namun hal kontras justru terjadi seolah menjadi batu sandungan di perjalanan pencalonan dirinya sebagai presiden pada pemilu 2024.
Seperti dikkutip dari Lipi.go.id pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zahro, safari politik hakikatnya bertujuan untuk mengenal lebih jauh partai dan capres yang akan diusung. “Para calon mensosialisasikan dirinya sah-sah saja, asalkan ditempuh melalui cara-cara yang benar dan tidak merugikan rakyat,” tuturnya.
Lalu kenapa Anies Baswedan mendapatkan beberapa penolakan melakukan safari politik di beberapa daerah?
Berikut fakta yang kami sajikan yang dirangkum dari beberapa sumber,
Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara, Dedy Mauritz W. Simanjuntak mengkritik kedatangan Anies Baswedan di Medan pada 4-5 November 2022 perihal pencatutan nama MUKI .
"Saya mengecam pihak-pihak yang mengatasnamakan MUKI pada saat kedatangan Anies ke Medan," kata Deddy dalam keterangannya, Selasa (8/11/2022).
Ia menegaskan sikap MUKI sangat jelas yaitu tidak ada keterlibatan dalam bentuk apapun terhadap semua aktivitas politik yang berkaitan dengan pencalonan diri Anies Baswedan menjadi calon presiden pada pemilu 2024.
Baca Juga: Mengenal Gangguan Kepribadian Antisosial, Gejala Dan Penyebabnya
Selain itu isu penolakan juga terjadi di kota pelajar Jogja, terpantau beberapa spanduk dan poster perihal berisi penolakan safari politik Anies Baswedan yang akan menghadiri Deklarasi Forum Kabah Membangun pada 16 November 2022 lalu.
Poster dan spanduk perihal penolakan kehadiran Anies tersebut bertebaran di sepanjang jalan Kutu Asem , Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta. Spanduk itu bertuliskan “Menolak Anies Baswedan, Anies bapak politik identitas jualan agama dan ayat”.
Hal senada juga terjadi di kota Aceh beberapa waktu lalu. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengungkapkan, izin penggunaan tempat di kota Aceh dan Pekanbaru dicabut secara tiba-tiba oleh pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya Safari politik Anies Baswedan akan berlangsung pada tanggal dua hingga tanggal tiga Desember lalu tanggal empat akan berlangsung di Pekanbaru, Riau.
Artikel Terkait
Motor Listrik Davigo Resmikan Dealer di Bandung, Jarak Tempuhnya Hingga 200 Kilometer
Viral Video Wanita Minta Sertifikat Rumah Sebelum Nikah, Bagaimana Sebenarnya Ketetapan Mahar Pernikahan?
4 Cara Mengendalikan Emosi Marah, Agar Tidak Meledak Dan Berujung Penyesalan
Waspadai Kebiasaan Pemicu Kanker! Ini yang Sering Dilakukan Sehari-Hari
Mengenal Pola Hubungan Yo-Yo, Hubungan Tarik Ulur Yang Tak Berujung
Resep Salad Mangga Thailand Asam Segar yang Pas Bikin Melek Siang Hari
Baca Gejala Awal Kusta, Yang Sering Dikira Panu Biasa
Dugong Warna Abu-Abu, yang Hidup di Perairan Qatar
4 Makanan Ternama Dunia Yang Pembuatannya Tidak Wajar. Berani Coba?
Tepat Satu Tahun Lalu Kali Ini Semeru Kembali Erupsi, Status Naik Menjadi Awas