4 Cara Mengendalikan Emosi Marah, Agar Tidak Meledak Dan Berujung Penyesalan

photo author
Mauidhotul Husniyah, Liputan Bekasi
- Minggu, 4 Desember 2022 | 10:17 WIB
4 Cara Mengendalikan Emosi Marah, Agar Tidak Meledak Dan Berujung Penyesalan
4 Cara Mengendalikan Emosi Marah, Agar Tidak Meledak Dan Berujung Penyesalan

LIPUTANBEKASI.COM – 4 cara mengendalikan emosi marah, agar tidak meledak dan berujung penyesalan.

Jika Anda cenderung memiliki sumbu pendek atau memiliki temperamen yang mudah marah.

Menjaga jarak antara pelepasan amarah dan reaksi marah  terkadang bisa sangat sulit.

Tapi itu bisa dilakukan. Berikut beberapa tips untuk  mulai mengendalikan amarah:

  1. Kenali tanda-tanda peringatan 

Langkah pertama adalah belajar mengenal amarah Anda. Kenali saat Anda sudah mencapai titik di mana Anda tidak bisa lagi berpikir jernih atau menyelesaikan masalah.

Apa sinyal bagi Anda bahwa Anda telah mencapai titik ini? Anda mungkin merasakan jantung Anda berdebar kencang atau wajah Anda memanas.

Anda dapat mulai berbicara lebih keras atau  membuat gerakan besar dengan tangan Anda.

Baca Juga: Awal Kisah Petinju Legendaris Mike Tyson Bersyahadad, Faktor Inilah ‘Iron Mike’ Pertama Memeluk Islam

Anda mungkin memiliki pikiran buruk tentang orang lain atau tahu bahwa Anda kehilangan kendali.

Akan tetapi Anda terus berkembang. Ini adalah saat ketika saatnya untuk pergi.

Jika Anda  kesulitan mengetahui  tanda-tanda peringatan, lain kali jika Anda marah, perhatikan wajah, tubuh, dan pikiran Anda.

Anda juga bisa bertanya kepada teman atau anggota keluarga yang pernah melihat Anda marah tentang tanda-tanda apa yang mereka perhatikan.

Kenali tanda-tanda peringatannya sehingga Anda tahu kapan harus menghentikan emosi marah sebelum tergelincir.

  1.      Nilai Kemarahan Anda

Strategi lain yang berguna untuk mengidentifikasi kemarahan Anda adalah menilai seberapa marah  Anda pada waktu tertentu pada skala 0-10.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: psychologytoday.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X