• Kamis, 23 September 2021

Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Menko Airlangga Memberi Apresiasi OJK dan Perbankan yang Membantu

- Sabtu, 11 September 2021 | 20:07 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartato (/Dok. Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartato (/Dok. Kemenko Perekonomian)


LIPUTAN BEKASI - Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mencapai 99,9% dari pelaku usaha dengan menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Sebesar 61,07% terhadap PDB Indonesia atau senilai Rp. 8.573,89 triliun adalah kontribusi dari UMKM.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan dalam membantu menyelamatkan UMKM dan sektor informal di masa pandemi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi apresiasi dalam webinar yang bertajuk “OJK Dorong Perbankan Selamatkan UMKM dan Sektor Informal” pada Kamis 9 September 2021, diselenggarakan oleh Alika Communication, pemulihan UMKM dan sektor informal saat ini adalah akses pembiayaan sebagai tantangan utama, disampaikan oleh Menko Airlangga.

Menko Airlangga menyatakan, “Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh OJK dan perbankan. Saya sangat mengapresiasi OJK dan perbankan atas dukungannya dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, terutama untuk UMKM dan sektor informal."

Program penempatan dana telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp406,64 triliun melalui bank himbara, bank syariah, dan BPD, dan otal outstanding restrukturisasi kredit mencapai Rp. 777,31 triliun, diakhir semester II tahun 2021.

 Baca Juga: Pandemi Covid-19 Masih Dimanfaatkan Orang Untuk Berbuat Baik Dan Berbuat Jahat Dari Segi Ekonomi Dan Sosial

Dikutip liputanbekasi.com dari Pikiran Rakyat dengan judul "Menko Airlangga Apresiasi OJK dan Perbankan yang Bantu Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional."

Sesuai ketentuan yang tercantum pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015, porsi kredit UMKM telah disiapkan sebesar 20%. “Akses pembiayaan yang masih terbatas ini perlu untuk segera diatasi sehingga dapat membantu UMKM dan sektor informal untuk bertahan selama pandemi. Oleh karena itu Pemerintah menargetkan kewajiban kredit UMKM di Perbankan minimal sebesar 30 persen dari total penyaluran kredit pada tahun 2024,” tambah Airlangga.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan tambahan kredit UMKM sebesar Rp980 triliun dengan posisi kredit UMKM tahun 2024 mencapai Rp2.000 triliun. Penyelamatan UMKM dan sektor informal akan memberikan dukungan besar terhadap pemulihan ekonomi. Dukungan ini akan membantu Indonesia untuk rebound, sehingga target pertumbuhan di kisaran 3,7% - 4,5% dapat tercapai di tahun 2021.

Baca Juga: Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja Pemerintah DKI, Anies Baswedan Terbitkan Surat Edaran Pelecehan Seksual

Mengingat pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM, Pemerintah telah memberikan relaksasi KUR berupa penundaan angsuran pokok, perpanjangan jangka waktu, dan penambahan limit plafon. Hingga awal Agustus 2021, penundaan angsuran pokok telah diberikan kepada 1,76 juta debitur dengan baki debet Rp 70,53 triliun dan perpanjangan waktu telah diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp 47,51 triliun.

Halaman:

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X