Liputan Bekasi – Badan Riset dan Inovasi Nasional telah memberikan anggaran 6,1 miliar untuk renovasi ruang kantor Dewan Pengarah.
PDI Perjuangan (PDIP) menyebutkan bahwa Megawati Soekarnoputri selaku ketua dari Dewan Pengarah di BRIN selalu mengutamakan fungsi.
Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristyanto menyebut ketua umum PDIP itu tidak memerlukan ruang kerja yang mewah. Menurutnya, asal ruangan itu bisa digunakan untuk kerja maka tidak masalah.
Menurut Hasto BRIN memiliki kewenangan mengenai renovasi lantai di gedungnya. Megawati disebutnya juga hanya fokus kerja sebagai ketua Dewan Pengarah.
BRIN menjelaskan perihal anggaran renovasi ruang kerja Dewan Pengarah yang mencapai 6,1 miliar rupiah. BRIN mengatakan anggaran tersebut dikeluarkan untuk merenovasi 10 ruang anggota dewan pengarah.
Kepala biro komunikasi publik, umum dan kesekretariatan BRIN Driszal Friantoni mengatakan Lantai dua akan direnovasi menjadi ruang kerja untuk semua Dewan Pengarah yang berjumlah 10 orang dan bukan hanya untuk ketua Dewan pengarah sendiri.
Driszal menjelaskan anggaran sebesar 6,1 miliar tersebut juga untuk merenovasi seluruh lantai dua di kantor BRIN, lantai bekas ruang kerja kepala badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) tersebut nantinya akan digunakan oleh seluruh anggota dewan pengarah BRIN.
Driszal juga menekankan renovasi ini sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Besaran anggaran juga merupakan rekomendasi menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR).
Perenovasian ini juga sempat mendapat kritik dari anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. Menurut Mulyanto program tersebut sangat tidak pantas dilakukan karena menelan biaya yang sangat besar.
Menurutnya anggaran BRIN harus digunakan untuk melakukan riset sehingga hasilnya dapat bermanfaat bagi rakyat dan bukan untuk menyediakan ruang tidur bagi pimpinan BRIN.
Mulyanto juga memberi saran agar renovasi ini ditunda apabila kebutuhan ini bukan kebutuhan mendesak, terlebih lagi saat ini kondisi keuangan negara terbatas.
“Jadi ruang yang dibutuhkan mereka adalah ruang pertemuan untuk mendiskusikan berbagai hal yang bersifat co-working space. Jadi tidak perlu pengadaan baru,” ucap Mulyanto.
Mulyanto juga memperingatkan bahwa sekarang masih yang harus diprioritaskan lainnya yang harus diselesaikan oleh BRIN. Seperti, kegiatan proses penggabungan di sejumlah kementerian, administrasi pemindahan orang (peneliti), barang, laboratorium, gudang, program dan anggaran.
Tak lama setelah anggaran tersebut Viral, Kepala BRIN menyatakan bahwa renovasi bertujuan mengubah ruangan yang ada sebelumnya menjadi ruang rapat dan ruang kerja. Ruang kerja Ketua Dewan Pengarah BRIN sejak awal tidak termasuk dalam rencana renovasi. “Renovasi kami batalkan,” ungkap Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (18/7/2022).