Warga Se-Jabar Ngamuk, Paguyuban Pasundan Rela Pasang Billboard di Tol Pasteur Desak Arteria Dahlan Minta Maaf

photo author
Gilang Taufiq Ramadhan, Liputan Bekasi
- Kamis, 20 Januari 2022 | 15:12 WIB
Billboard raksasa di tol paster meminta arteria dahlan minta maaf (Billboard raksasa di tol paster meminta arteria dahlan minta maaf)
Billboard raksasa di tol paster meminta arteria dahlan minta maaf (Billboard raksasa di tol paster meminta arteria dahlan minta maaf)

 

 

 

LIPUTAN BEKASI.COM - Nama anggota DPR, Arteria Dahlan  kembali menjadi perbincangan publik. Seperti diketahui, Arteria Dahlan melontarkan pernyataan  tak biasa yang menarik perhatian berbagai pihak. Sementara itu, pernyataan Arteria Dahlan tentang Kepala Kejaksaan Agung (Kajati) harus ditepis karena menggunakan bahasa Sunda dalam pertemuan itu.

 

 Mengetahui hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta politisi IDP Arteria Dahlan untuk meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat atas kontroversi bahasa Sunda. 

 

Ridwan Kamil meminta Arteria  meminta maaf usai menyampaikan keberatannya kepada Jaksa Agung atas kehadiran Kajati yang menggunakan bahasa Sunda dalam pertemuan tersebut. Hal ini disebabkan sikap Arteria Dahlan saat mengkritik penggunaan bahasa Sunda yang dinilai merugikan masyarakat Sunda.

 Baca Juga: Trending di Twitter, Putri Tanjung Alami Kerugian Rp 800 Juta, Jadi Sorotan Warganet

 

 Tidak terima dengan sikap  Arteria Dahlan, Paguyuban Pasundan atau organisasi kebudayaan Sunda itu kemudian membuat panel raksasa untuk dilihat anggota DPR. Isi rambu itu menuntut Arteria Dahlan  segera meminta maaf kepada orang Sunda. Diketahui, sebanyak

 reklame diketahui dipasang di dekat Exit Tol Pasteur, Kota Bandung.

 

 

 Papan reklame bertuliskan "Persatuan Arteri Pasundan  Dahlan 'Mohon Maaf Kepada Rakyat Sundan'". "Terkejut ketika tiba-tiba keluar tol Pasteur dengan rambu ini. Pak Arteria Dahlan Effect", tulis pengguna @ilhamfafauzi.  Sebelumnya, pernyataan Arteria juga dikritik sejumlah selebritis Sunda. Dianggap diskriminatif terhadap bahasa Sunda. Dari Ferry Maryadi hingga Irfan Hakim, mereka mengungkapkan kekecewaannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gilang Taufiq Ramadhan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X