Kondisi parah seperti ini memerlukan penanganan yang paripuran. Maka dari itu kami rencanakan merujuk pasien ke Rumah Sakit di kota Palu.
Namun sayang, keluarga berpandangan lain. Mau dibawa ke pengobatan alternatif saja, begitu kata anak-anak pasien tersebut.
Tenaga kesehatan pun mencoba memberikan penjelasan dan risiko, beberapa kali, bahkan lebih dari tiga kali.
Baca Juga: Kasus Mary McElroy, Salah Satu Contoh Stockholm Syndrome!
Sambil menerka-nerka di bagian mana keluarga pasien tidak paham dan memilih jalan yang lain.
Tapi keputusan tetap bulat, tidak mau ke rumah sakit, maunya ke pengobatan alternatif dahulu.
Seminggu kemudian, pihak Puskemas yang menangani sebelumnya dapat kabar duka dari desa seberang. Opa Ropo meninggal dunia, menyisakan sedih dan duka.
Artikel Terkait
MasyaAllah! Tak hanya manusia, rupanya malaikat ini juga membuat malaikat Jibril ketakutan!
Cacing Kepala Martil, Hewan Berlendir yang Bisa Memakan Dirinya Sendiri?
Tertusuk Paku? Jangan Disepelekan! Ini Akibat Fatal dari Penyakit Tetanus
Kasus Nastacha Kampush, Diculik hingga 8 Tahun tapi Malah Bersimpati pada Penculik?
Dibalik Kisah Ditemukannya Ikan Mujair, Bikin Kamu Termotivasi!