LIPUTANBEKASI.COM - Stockholm Syndrome atau sindrom Stockholm adalah respons psikologis dari korban penyanderaan.
Korban penyanderaan akan merasakan simpati, patuh sukarela, bahkan muncul kasih sayang terhadap pelaku.
Nah biasanya didalam beberapa film kita sering menemukan tentang kisah romansa antara si penculik dengan korbannya.
Nah biasanya didalam beberapa film kita sering menemukan tentang kisah romansa antara si penculik dengan korbannya.
Atau korban penculikan yang tiba-tiba merasa simpati lalu jatuh cinta dengan orang yang menjahatinya.
Fenomena ini yang disebut sebagai Stockholm Syndrome atau sindrom Stockholm.
Sindrom ini juga disebut capture bonding dimana korban penculikan biasanya terisolasi dari dunia luar.
Ditambah lagi, korban penculikan itu hanya menghabiskan waktu dengan penculiknya.
Kondisi tersebut berdampak kepada psikologi korban dan membuatnya mentoleransi hal-hal buruk yang dilakukan sang penculik kepadanya.
Tetapi sang korban justru memiliki perasaan simpati terhadap sang penculik.
Baca Juga: Intip warna baru motor Yamaha All New R15 Connected yang makin gagah!
Bahkan, pernah terjadi kasus yg sangat ramai di biperbincangkan yaitu kasus Natascha Kampusch seorang wanita berkebangsaan Austria yg diculik lebih dari 8 tahun.
Kisahnya, suatu hari di bulan Maret 1998, Natascha meninggalkan rumah untuk berjalan ke sekolah. Saat itulah dia tidak pernah muncul lagi.
Bahkan, pernah terjadi kasus yg sangat ramai di biperbincangkan yaitu kasus Natascha Kampusch seorang wanita berkebangsaan Austria yg diculik lebih dari 8 tahun.
Kisahnya, suatu hari di bulan Maret 1998, Natascha meninggalkan rumah untuk berjalan ke sekolah. Saat itulah dia tidak pernah muncul lagi.
Seorang saksi berusia 12 tahun melaporkan melihat Natascha diseret ke dalam mobil minivan berwarna putih.
Baca Juga: Intip warna baru motor Yamaha All New R15 Connected yang makin gagah!
Sebuah penyelidikan dilakukan besar-besaran pada saat itu. Polisi mencari ratusan minivan berwarna putih guna untuk menemukan penculik Natascha.
Sebuah penyelidikan dilakukan besar-besaran pada saat itu. Polisi mencari ratusan minivan berwarna putih guna untuk menemukan penculik Natascha.
Spekulasi kemudian tersebar luas. Mulai dari teori para pedofilia, pembunuh berantai atau bahkan pencurian organ.
Sampai akhirnya tidak ada petugas yang bisa menemukan Natascha lagi. Dia lenyap tanpa bekas.
Baca Juga: Intip warna baru motor Yamaha All New R15 Connected yang makin gagah!
Kemudian pada tanggal 23 Agustus 2006, Natascha yang ketakutan menggedor pintu seorang wanita tua.
Kemudian pada tanggal 23 Agustus 2006, Natascha yang ketakutan menggedor pintu seorang wanita tua.
"Aku Natascha Kampusch," teriaknya. Wanita itu langsung memanggil polisi. Natascha, saat itu berusia 18 tahun.
Ia tampak terlihat pucat, terguncang dan beratnya hampir sama seperti saat dia menghilang pada usia 10 tahun.
Dia baru tumbuh 15 cm dan dikurung selama 3.096 hari.
Natascha menyatakan, pada tahun-tahun pertama dia berada di dalam ruangan tersebut dan diharuskan untuk memanggil penculiknya, Wolfgang Priklopil dengan sebutan Gebieter "Tuan".
Natascha menyatakan, pada tahun-tahun pertama dia berada di dalam ruangan tersebut dan diharuskan untuk memanggil penculiknya, Wolfgang Priklopil dengan sebutan Gebieter "Tuan".
Namun pada tahun-tahun berikutnya, dia diperbolehkan meninggalkan ruangannya untuk sesekali berbelanja dan bersenang-senang.
Baca Juga: Intip warna baru motor Yamaha All New R15 Connected yang makin gagah!
Namun pada kesempatan-kesempatan ini, ia tidak boleh berhubungan dengan orang-orang lain.
Namun pada kesempatan-kesempatan ini, ia tidak boleh berhubungan dengan orang-orang lain.
Natascha diizinkan untuk membaca surat kabar yang telah disensor, buku-buku, mendengarkan radio dan menonton video.
Ia juga menyatakan bahwa penculik memberinya pelajaran membaca dan menulis.
Tapi, seiring berlalunya waktu, dia menghabiskan banyak waktu di lantai atas.
Tapi, seiring berlalunya waktu, dia menghabiskan banyak waktu di lantai atas.
Bahkan pergi dengan penculiknya, hanya saja dia terlalu takut untuk melarikan diri.
Baru pada saat membersihkan van-nya saat makan siang, Priklopil mendapat panggilan telepon.
Kemudian Natascha membiarkan penyedot debu itu hidup untuk mengelabuinya, sebelum akhirnya dia melarikan diri.
Tapi Natascha mengatakan bahwa dia tidak akan menjawab pertanyaan 'pribadi atau intim'.
Tapi Natascha mengatakan bahwa dia tidak akan menjawab pertanyaan 'pribadi atau intim'.
Pada hari Natascha melarikan diri, Priklopil kemudian melakukan bunuh diri di jalur kereta.
Kabarnya, Natascha 'menangis dan menangis' saat mendengar kabar bahwa dia sudah meninggal.
Ada spekulasi bahwa dia menderita Stockholm Syndrome saat sandera merasakan empati atau simpati terhadap penculik mereka.***
Ada spekulasi bahwa dia menderita Stockholm Syndrome saat sandera merasakan empati atau simpati terhadap penculik mereka.***
Artikel Terkait
Tidak Selalu Negatif, Inilah 7 Fakta Kesehatan Kopi
Naik drastis? segini harga terbaru Honda Vario 160 Versi 2023
Jangan Sampai Tertipu, Ini Tips Membeli Mobil Bekas Yang Bagu
Peningkatan Penjualan Mobil Jepang di Periode 2022: Dukungan Ekonomi, dan Kemajuan Teknologi
Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Saat Membuat Motor Custom Anda
Honda Super Cub C125 adalah solusi bagi pecinta motor klasik
Pertandingan Selesai, Thailand Sudah Dipastikan akan Melawan Vietnam pada Final AFF 2023