LIPUTANBEKASI.COM - Pernahkah kamu mendengar mengenai penyakit Tetanus? Jika pernah, pasti penyebab umum disebabkan oleh peristiwa seseorang yang tertusuk paku berkarat.
Memang kebanyakan orang menganggap sepele jika tertusuk paku, tapi jika paku tersebut berkarat dan membuat luka terinfeksi semakin parah maka akan menyebabkan sakit yang luar biasa.
Tetanus sendiri merupakan salah satu penyakit infeksi dalam bidang neurologi yang diakibatkan oleh infeksi Clostridium tetani.
Setelah terjadinya infeksi Clostridium tetani dari Port of entry atau pintu masuk sebagai tempat dimana agen infeksi masuk ke pejamu (yang suseptibel).
Maka toksin Clostridium tetani (kita sebut tetanospasmin) akan menghambat neurotransmitter inhibitor pada sistem saraf pusat (Glisin dan GABA).
Clostridium tetani merupakan suatu bakteri basil gram positif yang juga bersifat anaerob obligat (dapat tumbuh secara mutlak tanpa bantuan oksigen sama sekali).
Penularannya dapat melalui tertusuk benda yang kotor, bisa jadi dari kayu di tanah, paku berkarat atau bahkan dari infeksi setelah luka bakar.
Setelah terjadinya infeksi Clostridium tetani dari Port of entry atau pintu masuk sebagai tempat dimana agen infeksi masuk ke pejamu (yang suseptibel).
Contoh, pintu masuk bisa melalui: saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, selaput lendir, serta kulit yang tidak utuh (luka).
Maka toksin Clostridium tetani (kita sebut tetanospasmin) akan menghambat neurotransmitter inhibitor pada sistem saraf pusat (Glisin dan GABA).
Tentu hal ini membuat kekakuan pada otot, dan rigiditas, serta mengganggu sistem saraf otonom.
Hal ini akan menjadi parah apabila kekakuan otot ini terjadi pada sistem pernapasan (otot diafragma dan otot dada) yang membuat pasien mengalami distress nafas.
Tidak hanya itu, dengan adanya hambatan pada neurotransmitter inhibitor ini, maka pasien akan mudah untuk terpacu oleh suara, dan cahaya bahkan dalam intensitas yang kecil.
Sehingga jika anda melihat pasien tetanus, maka mereka akan diletakkan di ruangan yang gelap dan kedap suara.
Tidak hanya itu, dengan adanya hambatan pada neurotransmitter inhibitor ini, maka pasien akan mudah untuk terpacu oleh suara, dan cahaya bahkan dalam intensitas yang kecil.
Sehingga jika anda melihat pasien tetanus, maka mereka akan diletakkan di ruangan yang gelap dan kedap suara.
Baca Juga: Qash adalah raja Nissan Qashqai buatan Inggris yang menjadi best-seller
Kok bisa sampai kejang semenakutkan itu? Karena otot - otot tubuh sudah jadi kaku akibat toksin Clostridium tetani.
Kalau sudah menemukan kondisi begini, maka prognosis pasien kurang baik dan memerlukan intervensi yang sangat intensif.
Di fase awal, pasien sulit untuk menelan (disfagia), dan menggerakkan otot rahangnya (tentu karena jalur syaraf disini lumayan pendek).***
Kok bisa sampai kejang semenakutkan itu? Karena otot - otot tubuh sudah jadi kaku akibat toksin Clostridium tetani.
Kalau sudah menemukan kondisi begini, maka prognosis pasien kurang baik dan memerlukan intervensi yang sangat intensif.
Di fase awal, pasien sulit untuk menelan (disfagia), dan menggerakkan otot rahangnya (tentu karena jalur syaraf disini lumayan pendek).***
Artikel Terkait
Biadab! Kyai di Jember cabuli para Santriwati, Sang Istri beberkan temuan ruangan misterius
Honda FCX Clarity, Mobil FCEV Pertama yang Jarang Diketahui
Ternyata bukan BeAT, Honda luncurkan motor matic super irit, harga 29 jutaan
Chery Omoda 5 akan meluncur Mei 2023, berikut spesifikasinya
Berikut 5 daftar mobil LMPV yang layakdibawa pulang tahun ini
Gempa 7,9 Magnitudo guncang Maluku, BMKG berikan peringatan waspada tsunami
Spesifikasi Honda Supra GTR 150 2023, lengkap dengan harga cicilan!