LIPUTAN BEKASI - Para Ilmuwan di sebuah Universitas Of Chihago berhasil menemukan sebuah cara baru untuk menyalurkan panas pada tingkat mikroskopis.
Temuan tersebut sangat penting dalam bidang teknik nantinya, akan menjadi sebuah solusi dalam pengelolaan panas pada benda benda elektronik serta dapat meningkatkan kemampuannya.
Temuan ini telah dipresentasikan di sebuah jurnal bergengsi yang bernama Nature pada baru baru ini.
Seperti yang kita ketahui, semua aktvitas yang menghasilkan panas, karena sebuah energi akan keluar dari semua yang kita lakukan.
Baca Juga: 10 Cara Ampuh Mengobati Rematik Secara Sendiri
Tetapi jika terlalu banyak panas yang menyerang, dapat membuat baterai dan kompenen komponen lainnya di benda elektronik akan menjadi cepat rusak.
Jika anda tidak bisa memikirkan caranya mengeluarkan panas tersebut, itu akan menjadi sumber masalah baru di hidup anda.
Para Ilmuwan ini, menumpuk lapisan lapisan ultra tipis lembaran kristal di atas satu sama lain, tetapi lapisan tersebut di putar sedikit demi sedikit.
Untuk menciptakan bahan bahan dengan atom yang selaras dalam satu arah tetapi tidak untuk tempat yang lain.
Penulis dari studi tersebut bernama Shi-En mengungkapkan kepada UChicago News tentang di dalam lapisan kristal, kita masih memiliki sebuah kisi atom yang sangat teratur.
Tetapi jika anda pindah ke lapisan yang lain, anda tidak tahu dimana atom berikutnya akan sesuai dengan lapisan lapisan yang sebelumnya.
Baca Juga: Inilah Daftar Negara Negara Terkotor di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk ?
"Bayangkan saja sebuah kubus rubik yang baru setengah jadi, dengan lapisan lapisan itu diputar ke arah acak," ungkap Kim yang juga seorang mahasiswa pascasarjana di Pritzker School of Molecular Engineering.
Hasilnya sendiri adalah merupakan bahan yang sangat baik dalam menahan panas dan memindahkan panas tersebut, walaupun arahnya yang berbeda.
"Sebuah kombinasi konduktivitas panas yang sangat baik dalam satu arah dan sebuah isolasi yang juga sangat baik di arah yang lain tidak ada sama sekali di alam," ungkap penulis utama studi Jiwoong Park, yaitu profesor kimia serta teknik molekular di University of Chicago.
Baca Juga: Ini Dia Beberapa Negara Terkecil yang Ada di Dunia, Negara apa Saja?
"Kami berharap ini bisa membuka arah yang baru dalam membuat sebuah materi,"
Para peneliti sendiri terus menerus mencari bahan dengan sifat yang sangat tidak biasa, karena mereka akan membuat sebuah gebrakan baru di perangkat seperti elektronik, sensor teknologi medis, serta yang terakhir berupa sel surya.***
Artikel Terkait
Aziz Syamduddin Disebut Punya 8 Orang Kenalan di KPK
Gibran Ceritakan Perjalanan Mistis Di Gunung Guntur selama 6 hari Ditawari Banyak Hal Oleh Makhluk Gaib
PPKM Jakarta Tetap Pada Level 3, Gubernur Anies Baswedan : Patuhi Protokol Kesehatan
Kasus Positif Covid 19 Di Indonesia Mengalami Penurunan Hingga 34,6 Persen
PM Spanyol Berjanji Kembali Bangun La Palma Usai terjadi Ledakan Gunung