LIPUTANBEKASI.COM - Dalam konferensi pers pada tanggal 5 Oktober 2021, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19,Wiju Adisasmito menjelaskan mengenai perkembangan penanganan Covid 19 di Indonesia.
Dia menjelaskan PPKM level empat,tiga,dua dan level satu di wilayah Jawa dan Bali.
Pusat kebugaran/fitness diperbolehkan untuk kembali beroperasi di daerah level empat,tiga dan dua.Dengan kapasitas maksimal 24 persen dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.
Untuk level 3 dan 2,bioskop beserta makanan dan minuman yang ada di dalamnya diperbolehkan untuk kembali beroperasi dengan catatan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.
Baca Juga: Virus Varian Delta Terbaru Menyebar di Seluruh kota Auckland, Selandia Baru
Bandara udara Ngurah Rai di Bali akan dibuka untuk perjalanan internasional dari Korea Selatan,Tiongkok,Jepang,Abu Dhabi,Dubai dan New Zeeland pada tanggal 14 Oktober 2021.
Semua pendatang harus mengikuti syarat dan ketentuan mengenai karantina dan tes yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan sebelum diizinkan masuk ke Indonesia.
Apabila tidak memenuhi persyaratan maka akan pulang ke negara asalnya.
“Pada hari ini saya akan menyampaikan perkembangan Covid 19 di Indonesia,seperti yang kita ketahui bahwa kasus Covid 19 terus mengalami penurunan setiap minggunya,”ujarnya.
Dia juga memaparkan kasus positif Indonesia yang mengalami penurunan setap minggunya per tanggal 4 Oktober 2021.
Kasus positif Indonesia mengalami penurunan 34,6 persen,untuk pertama kalinya penambahan kasus positif harian Indonesia berada di bawah 1000 kasus, yaitu 922 kasus per tanggal 4 Oktober.
Baca Juga: PPKM Diperpanjang di Luar Jawa-Bali hingga 18 Oktober 2021
Adapun kasus positif di Indonesia rate tertinggi yaitu:
Artikel Terkait
Pandora Papers : Dokumen Penghubung Para Pemimpin Dunia Dengan Sebuah Kekayaan Yang Tak Terbatas
Mark Zuckerberg Rugi Rp. 85,8 Triliun Akibat Whatsapp,Instagram dan Facebook Down
PPKM Diperpanjang di Luar Jawa-Bali hingga 18 Oktober 2021
Virus Varian Delta Terbaru Menyebar di Seluruh kota Auckland, Selandia Baru
Whistleblower Ungkap Bahwa Facebook Mengutamakan Keuntungan Dibanding Mempersempit Sebuah Ujaran Kebencian