PM Spanyol Berjanji Kembali Bangun La Palma Usai terjadi Ledakan Gunung

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Rabu, 6 Oktober 2021 | 09:30 WIB
Perdana Menteri Spanyol berjanji akan bagun kembali La Palma
Perdana Menteri Spanyol berjanji akan bagun kembali La Palma

LIPUTANBEKASI.COM - Lava merah yang panas melambung tinggi ke udara dari gunung berapi di La Palma kejadian itu terjadi pada Minggu malam ketika letusan tersebut semakin kuat.

Beberapa jam setelahnya Perdana Menteri yang bernama Pedro Sanchez mengungkapkan pemerintahan Spanyaol akan berusaha membantu membangun kembali pulau tersebut.

Ia pun menambahkan bahwa itu akan  menjadi aman bagi pelancong yang berkunjung ke La Palma.

Media lokal Spanyol melaporkan sisi utara dari Gunung berapi itu hancur pada minggu malam, hal itu menyebabkan aliran dari lahar gunung tersebut mengalir deras kebawah.

Baca Juga: Virus Varian Delta Terbaru Menyebar di Seluruh kota Auckland, Selandia Baru

Radio yang bernama Cadena Ser mengungkapkan keruntuhan tersebut telah membentuk sebuah aliran lava yang baru serta mengancam beberapa kota terdekat.

"Peningkatan yang jelas dalam sebuah aktivitas gunung berapi itu telah diamati dalam beberapa menit terakhir," ungkap Institut Vulkanologi yang berada di Kepulauan Canary, pernyataan itu dimuat dalam Twitter miliknya.

Gunung berapi itu mengeluarkan ledakan yang sangat dahsyat disertai lava yang meluncur dari dalam kawahnya.

Baca Juga: Gadis Afgahanistan Terjebak Dalam Rumah Sembari Menunggu Rencana Taliban Membuka Kembali Sekolah Mereka

Sanchez mengatakan dalam kunjungan ketiganya di La Palma pada hari Minggu kemarin pemerintah akan menggelontorkan sebesar 206 juta euro dana bantuan minggu minggu ini.

"Pada hari Selasa mendatang, kabinet sendiri akan menyetujui untuk membantu bidang bidang seperti pembangunan infrastruktur, pasokan air, lapangan kerja, pertanian, pariwisata dan juga tunjangan," tambahnya dalam sebuah konferensi pers.

Gunung berapi itu telah menghancurkan lebih dari 900 bangunan disekitarnya. lalu, 6000 orang pun telah dievakuasi dari rumah rumah mereka di pulau tersebut yang populasinya memakan sekitar 83.000 jiwa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Putra Alviandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X