LIPUTANBEKASI.COM - Hamparan gurun menguasai seperlima dari luas bumi. Seperti kita ketahui bahwa gurun adalah tempat yang kering dan sulit ditemui air.
Begitu ekstrimnya kehidupan di gurun hingga saat siang hari suhu sangat panas dan menjadi sangat dingin di malam hari.
Bahkan di gurun sangat jarang turun hujan dan sesekali terjadi kebakaran. Bila hujan, tanah tidak bisa menyerap air dan berdampak banjir.
Tidak banyak hewan yang sanggup hidup di gurun disebabkan cuacanya yang sangat ekstrim tersebut.
Jika ada yang sanggup bertahan atau hidup di kondisi ekstrim ini, tentu hewan itu pasti punya ciri khusus.
Berikut ini enam fauna atau hewan unik yang sanggup hidup dan beradaptasi di tanah gurun! Apa saja ya?
Baca Juga: Dua Belas Makanan Terburuk untuk Dimakan Jika Memiliki Tekanan Darah Tinggi
1. Unta
Hewan ini merupakan maskot padang pasir. Hewan ini dapat beradaptasi dengan baik dengan tanah gurun.
Ciri khas adaptasi morfologi yang dimiliki unta adalah memiliki punuk yang berisi lemak.
Tentu punuk ini berguna sebagai cadangan makanan saat unta melakukan perjalanan jauh.
Selain itu unta memiliki bulu tebal yang melindungi dari panas, sekaligus dingin di malam hari.
Lututnya bahkan terdapat kapalan, sekeras tanduk yang berguna saat unta duduk di gurun yang panas.
Unta juga memiliki dua lapis bulu mata yang berguna untuk menyapu pasir saat terjadi badai padang pasir.
Adapun adaptasi fisiologi pada unta yakni darah unta banyak mengandung albumin untuk memperkuat ketahanannya terhadap kehausan.
Lalu, adaptasi tingkah laku unta lainnya dapat menutup hidungnya sehingga tidak perlu khawatir kemasukan pasir saat berjalan di gurun.
Baca Juga: Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022
2. Singa
Hewan ini dikenal sebagai raja hutan. Namun sebenarnya, mereka lebih sering tinggal di padang rumput, terutama daerah gurun.
Meskipun hidup di gurun yang panas, singa aktif di siang hari. Berbeda dengan hewan gurun lain, yang umumnya lebih aktif di malam hari.
Ciri khas adaptasi morfologi singa di gurun yaitu memiliki kaki yang lebih panjang dibandingkan singa pada umumnya.
Fungsinya tentu untuk memudahkan mengejar mangsa, serta menghindari panasnya permukaan gurun.
Selain itu, hewan ini memiliki rambut lebih tebal yang berguna untuk menghangatkan tubuh saat malam yang dingin.
Adapun adaptasi fisiologi yang dimiliki oleh singa yaitu singa berkeringat singa dikeluarkan lewat telapak kakinya.
Sehingga singa tidak terlalu banyak mengeluarkan air dalam tubuhnya.
Ciri adaptasi tingkah laku yang ditunjukkan oleh singa yang hidup di gurun adalah memanfaatkan darah mangsanya.
Hal ini tentu agar singa yang hidup di cuaca panas ini tetap bisa menjaga kelembaban tubuhnya selama hidup di gurun.
3. Addax Antelope
Hewan berpenampilan menarik dan hampir punah ini, memiliki kaki datar dan lebar yang sangat berguna untuk melintasi gurun.
Adapun adaptasi tingkah laku yang ditunjukkan Antelope mampu berubah warna menyesuaikan musim.
Saat musim panas, warna bulunya putih untuk memantulkan cahaya. Sedangkan saat musim dingin, warna bulunya berubah jadi kecoklatan.
4. Dorcas Gazelle
Dorcas Gazelle merupakan salah satu menu favorit predator di gurun. Oleh karena itu, kecepatan larinya menjadi ciri khasnya.
Adapun adaptasi morfologi yang dimiliki hewan ini yakni memiliki kaki panjang dan ramping yang cocok untuk berlari sangat cepat.
Adapun dia memiliki gerakan melompat khusus ketika ada predator mendekatinya, sering disebut stotting.
Gerakan yang dilakukan Dorcas Gazelle ini memiliki 3 manfaat:
a. Menghindari bahaya yang tiba-tiba datang.
b. Menggerak predator
c. Memperingatkan kijang lainnya untuk segera menyelamatkan diri.
Baca Juga: Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022
5. Jerboa
Jerboa sering dikenal atau disebut sebagai tikus kangguru karena rupa hewan ini hampir mirip dengan kedua hewan tersebut.
Ciri adaptasi fisiologi hewan ini yakni tidak memerlukan air untuk minum.
Namun, ia akan mengekstraksi air dari makanan yang dikonsumsinya.
Selain itu, adaptasi tingkah laku yang ditunjukkan adalah memakan kembali kotorannya.
Gunanya untuk menyerap air dan mengambil nutrisi makanan sisa yang masih mungkin dipergunakan.
6. Kelinci Gurun
Kelinci gurun sering disebut Jackrabbit. Sebagai adaptasi morfologi hewan ini memiliki bulu perak.
Tentu berguna untuk memantulkan sinar matahari yang menyengat sehingga tubuhnya tidak kepanasan.
Selain itu, kelinci gurun ini juga dapat berkamuflase (melakukan penyamaran) di gurun.
Yakni, hewan ini memiliki telinga panjang dan lebar agar menjaga suhu tubuhnya tetap normal.
Dan hewan ini juga memiliki bantalan kaki berbulu yang berguna melindungi kaki kelinci dari panasnya gurun.
Sebagai adaptasi fisiologi, kelinci gurun ini ahli dalam mengekstraksi air dalam makanan untuk kebutuhan cairan.
Sebagai adaptasi tingkah laku ditunjukkan dengan memakan kembali kotorannya.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghematan dan cerna ulang karena keterbatasan makanan dan air di gurun.***
Artikel Terkait
Harus diperhatikan, ini 5 makanan yang dihindari penderita kolesterol tinggi
Cara menyeduh teh, ini caranya
Sejarah panjang batu bara, ternyata berasal dari endapan tumbuhan 340 juta tahun yang lalu!
Resep kolak biji salak, dari ubi kuning
6 Tumbuhan Unik yang Sanggup Hidup dan Beradaptasi di Gurun!
Belum juga di Resmikan, Jembatan Penyebrangan Pelabuhan Banjar Nyuh di Bali Ambruk
Hakim putuskan kembalikan 98 Aset Mewah Doni Salmanan, Hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp.1 Miliar
KPK menganggap Korupsi Itu hal biasa dan yang ketangkap lagi apes, Masyarakat tanyakan Netralitas KPK?
Pemerintah siap berikan subsidi pembelian kendaraan Listrik di tahun 2023 - Mobil Rp.80 Juta, Motor Rp.8 Juta
Masih naik-turun, simak daftar harga rata-rata 12 bahan pangan per Jumat 16 Desember 2022