Sejarah panjang batu bara, ternyata berasal dari endapan tumbuhan 340 juta tahun yang lalu!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Jumat, 16 Desember 2022 | 11:27 WIB
Illustrasi batu bara yang terbakar (Sumber: pexels.com)  Sumber Berita: Ensiklopedia Bahan Bakar Non-Minyak
Illustrasi batu bara yang terbakar (Sumber: pexels.com) Sumber Berita: Ensiklopedia Bahan Bakar Non-Minyak

LIPUTANBEKASI.COM - Berdasarkan penelitian para ahli geologi, batu bara terbentuk kira-kira 340 juta tahun yang lalu (zaman Karbon) di bumi.

Pada masa itu, adalah masa pembentukkan batu bara yang paling produktif. Hampir seluruh deposit batu bara terbentuk di belahan bumi utara.

Selanjutnya, pada zaman Permian, yaitu kira-kira 270 juta tahun yang lalu terbentuk pula endapan-endapan batu bara di belahan bumi selatan.

Dan berlangsung terus-menerus hingga zaman Tersier 70-13 juta tahun yang lalu di berbagai belahan bumi yang lain.

Pembentukan batu bara hanya terjadi pada zaman-zaman tertentu sepanjang sejarah geologi dan membutuhkan kondisi dan syarat tertentu.

Ternyata batu bara tersusun dari jenis-jenis tumbuhan, diantaranya alga, Selofita, Pteridofita, Gymnospermae, dan Angiospermae.

Baca Juga: Aldi Taher sukses manggung di UI, warganet: nyanyiin lagu Lesti Sayang Rizki Billar enggak?

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut para ahli.

1. Alga

Alga merupakan jenis tumbuhan bersel tunggal pembentuk batu bara dari zaman Pre-Kambrium hingga Ordovisium. Pada masa ini, endapan batu bara sangat sedikit.

2. Selofita

Selofita merupakan tumbuhan turunan Alga dari zaman silur hingga Devon Tengah. Pada masa ini, endapan batu bara hanya sedikit.

3. Pteridofita

Pteridofita merupakan jenis tumbuhan pembentuk batu bara zaman Devon atas hingga Karbon Atas. 

Tumbuhan ini adalah materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara.

Pteridofita adalah jenis tumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora yang tumbuh di iklim hangat.

4. Gymnospermae

Gymnospermae merupakan tumbuhan pembentuk batu bara dalam kurung zaman Permian hingga Kapur Tengah.

Tumbuhan jenis ini banyak mengandung kadar getah (resin). Jenis tumbuhan ini berbiji terbungkus dalam buah seperti pinus.

Tumbuhan jenis ini merupakan penyusun utama batu bara Permian di Australia, India, dan Afrika.

Baca Juga: Tidak berubah, harga emas Antam tetap Rp1.013.000 per gram pada Kamis 15 Desember 2022 

5. Angiospermae

Angiospermae merupakan jenis tumbuhan pembentuk batu bara pada zaman Kapur Atas hingga kini.

Angiospermae merupakan tumbuhan modern dan buahnya menutupi biji.

Bahkan jantan dan betina dalam satu bunga, cirinya kurang bergetah sehingga kurang dapat terawetkan.

Pembatubaraan adalah proses sisa-sisa tanaman menjadi batu bara. 

Pembatubaraan (coalification) merupakan proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara.***

Ada dua tahap pembatubaraan, yaitu tahap diagenetik dan tahap malihan. Berikut penjelasannya!

1. Tahap Diagenetik (Biokimia)

Tahap diagenetik dimulai saat material tanaman terdeposisi hingga terbentuknya lignit.

Penyebab terbentuknya lignit dipengaruhi oleh kadar air, tingkat oksidasi, dan proses pembusukan (dekomposisi).

dan selanjutnya kompaksi material organik serta membentuk gambut.

2. Tahap Malihan (Geokimia)

Tahap malihan merupakan tahap lanjutan dari tahap diagenetik. Tahap malihan meliputi proses pembelahan dari bentuk lignit menjadi bituminus dan akhirnya menjadi antrasit.

Itulah sejarah panjang terbentuknya batu bara semoga kita sebagai manusia bisa memanfaatkan sumber daya tak terbarukan ini sebaik mungkin.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Ensiklopedia Bahan Bakar Non-Minyak

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X