Mutiara Hikmah Quraish Shihab, Makna Bil Walidaini Ihsana atau Akhlak Kepada Orang Tua

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Jumat, 14 Januari 2022 | 20:01 WIB
Quraish Shihab menekankan makna kalimat Bil walidaini ihsana yang merujuk kepada kedekatan pada pribadi orang tua walaupun orang tua adalah orang kafir (Tangkpan layar video YouTube/Quraish Shihab)
Quraish Shihab menekankan makna kalimat Bil walidaini ihsana yang merujuk kepada kedekatan pada pribadi orang tua walaupun orang tua adalah orang kafir (Tangkpan layar video YouTube/Quraish Shihab)

LIPUTANBEKASI.COM - Mutiara hikamh Quraish Shihab kali ini membahas tentang makna kepatuhan kepada kedua orang tua.

Agama Islam sangat menganjurkan penghormatan kepada kedua orang tua yang telah melahirkan kita ke dunia.

Pemaknaan penghormatan kepada kedua orang tua sering disalahartikan dengan sebatas pemenuhan kebutuhan material (pemberian uang, pemberian kado, dll).

Meski pemenuhan kebutuhan material juga merupakan bagian dari kepatuhan kepada kedua orang tua, namun dalam hal ini kepatuhan secara emosional lebih ditekankan.

Baca Juga: BREAKING NEWS ! Gempa Bumi 14 Januari 2022 Berskala 6.7 SR Terjadi di Banten , Terasa Hingga Bekasi

Penggunaan kalimat "Bil walidaini ihsana" dalam Surat Al Israa ayat 23 memiliki makna yang spesifik.

Dalam penjelasannya, Quraish Shihab menyebut penggunaan kata "Bi" dalam kalimat "Bil walidaini ihsana" adalah kedekatan yang melengket tanpa jarak.

Akan berbeda maknanya ketika menggunakan kata "Lil walidain" yang menggunakan kata "Li" yang bisa jadi memiliki jarak.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Semifinal EFL Cup, Liverpool Kontra Arsenal

"Kata 'Li' itu untuk pemberian yang sifatnya material, 'Bi' itu dalam konteks 'bil walidain' tertuju kepada pribadinya," jelas Quraish Shihab

"Kita lihat, 'bil walidaini ihsana', anak harus dekat kepada orang tuanya, harus dekat, tidak cukup dengan memberinya uang," terangnya.

Jadi mengabdi kepada orang tua adalah pengabdian yang ditujukan kepada pribadinya.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Semifinal Super Cup Spanyol, Atletico Madrid Kontra Athletic Bilbao

Sehingga setiap sosok memiliki kepribadian yang berbeda-beda, bisa jadi ada yang berakhlak dan tidak.

Bisa saja ada orang tua yang mukmin atau ada orang tua yang kafir, dan semua itu merupakan pribadi dari orang tua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X