LIPUTAN BEKASI - Ada sebuah makam batu besar yang berada di tengah tengah gurun di wilayah Madain Salih, Makam itu bernama Qasr Al-Farid.
Wilayah tersebut juga dikaitkan denga kisah Nabi Saleh as dalam kepercayaan islam. Nama Madain Saleh sendiri memiliki sebuah arti yaitu Kota (Nabi) Saleh yang berada di sebuah Provinsi Madinah, Arab Saudi.
Madain Saleh dan makam yang berada di Madinah tersebut merupakan peninggalan dari sebuah peradaban bernama Nabatea yang sudah ada sejak eranya Nabi Shalih, yaitu sekitar pada abad ke-1 M.
Baca Juga: Inilah Daftar Negara Negara Terkotor di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk ?
Para penduduk yang mendiami Nabatea ini diduga duga adalah berasal kaum Tsamud yang menempati kawasan tersebut sejak awal masehi.
"Kerajaan dari Nabatea menguasi wilayah yang terbentang antara Levant selatan hingga menuju Arabia utara, posisi itu memungkinkan mereka untuk mengontrol Rute Dupa yang akan melewati Semenanjung Arab," ditulis oleh Sejarahwan Arab Saudi Hatoon Ajwad Al-Fassi.
Dia menulis kisah tentang kekuasaan dari kerajaan Nabatea ini di wilayah Madain Salih dikutip dari perpustakaan digital bernama JSTOR.
Baca Juga: PM Spanyol Berjanji Kembali Bangun La Palma Usai terjadi Ledakan Gunung
Judul dari kisah ini adalah The Taymanite tombs of Mada'in Salih yang dipublikasikan pada tahun 1997.
Orang orang yang tinggal di Nabatea yang penuh teka teki pada awalnya adalah suku Nomaden.
Sejarahwan Arab Saudi Hatoon Ajwad Al-Fassi juga menulis, "Waktunya berikisar antara 2.500 tahun yang lalu, mereka sudah mulai membangun sebuah kota yang makmur lagi besar yang juga sudah berdiri pada masa itu dari abad pertama Sebelum Masehi hingga abad pertama Masehi, termasuk kota Petra yang berada di Yordania."
Baca Juga: Pandora Papers : Dokumen Penghubung Para Pemimpin Dunia Dengan Sebuah Kekayaan Yang Tak Terbatas
"Dari hasil barang barang yang mereka jualkan tersebut, orang orang yang bermukim di Nabatea mempunyai banyak sekali harta dan bahkan kawasan itu pun tidak luput untuk dikuasai serta tidak lupa juga mempunyai keuntungan yang berlipat lipat," tambahnya.
Orang-orang Nabatea sendiri disinyalir menjadi awal kemajuan yang baru bagi bangsa Arab dalam bidang ekonomi, khususnya perdagangan.
"selain berupa kegiatan pertanian mereka, mereka juga telah membangun sebuah sistem kepolitikan, lalu seni, teknik, tukang batu, astronomi, serta menunjukan keahlian keahlian yang menakjubkan, tidak lupa juga membangun saluran saluran air lainnya," jelasnya.
Baca Juga: Gadis Afgahanistan Terjebak Didalam Rumah, Sembari Menunggu Rencana Dari Taliban Untuk Kembali Membuka Sekolah
Sekaligus bukti bukti arkeologis kekayaannya tersebut, dapat dilihat pada monumen monumen yang telah mereka bangun.
Salah satunya adalah Monumen Qasr Al-Farid yang berdiri setinggi empat lantai.***