Pandora Papers : Dokumen Penghubung Para Pemimpin Dunia Dengan Sebuah Kekayaan Yang Tak Terbatas

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Pandora Papers
Pandora Papers

LIPUTANBEKASI.COM - Terjadi sebuah kebocoran besar dokumen keuangan yang diterbitkan oleh beberapa organisasi besar tepatnya pada  hari Minggu kemarin yang diduga duga dimiliki oleh pemimpian dunia untuk menyiapan kekayaan mereka antara lain ada, Raja Abdullah dari Yordania, lalu ada Perdana Menteri dari Ceko bernama Andrej Babis dan yang terakhir ada Presiden Russia Vladimir Putin.

Catatan itu masuk ke sebuah pembuangan dengan total 11,9 jutaa, dengan jumlah yang melampaui 2.94 juta terabyte data, terjadi hampir kurang lebih selama lima tahun setelah kebocoran, saat ini dikenal dengan sebutan sebagai "Panama Papers" majalah tersebut mengungkapkan bagaimana cara orang kaya  menyembunyikan hasil kekayaannya yang tidak dapat terdeteksi oleh banyaknya lembaga hukum.

Sebuah jaringan wartawan dan media yang berbasis di Washington, DC, bernama The International Consortium Of Investigative Journalist mengatakan dokumen dokumen
tersebut terkait dengan sekitar 35 pemimpin negara dan mantan pemimpin negara, serta ada juga lebih dari 330 politisi dan pejabat publik di 91 negara dan wilayah.

tidak disebutkan secara rinci bagaimana dokumen dokumen itu diperoleh dan media tidak dapat secara serta merta independen memverifikasi dokumen yang sudah diricni oleh konsorsium Raja Yordania sendiri bernama Abdullah, diduga telah membuat rekening luar negeri untuk membelanjakan lebih dari US$100 juta untuk membeli masing masing rumah mewah yang berada di Amerika dan Inggris.

Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal, Dewan Keamanan PBB melakukan Kegiatan Militer

Sebuah kantor hukum yang berada di London bernama DLA Piper yang mewakili Raja Yordania tersebut menyangkal kepada media bahwa ia tidak pernah sama sekali menyalahgunakan uang publik untuk membeli apa yang
ia inginkan.

Sebuah media yang bernama The Washington Post, yang merupakan bagian dari konsorsium sendiri, juga memberitakan tentang kasus dari Svetlana Krivonogikh seorang wanita Russia yang dikatakan sebagai pemilik apartemen yang berada di Monaco melalui sebuah perusahaan lepas yang didirikan di sebuah kepulauan di Karibia Tortola pada bulan April tahun 2003 silam, namum setelah beberapa minggu, ia mempunyai anak perempuan. pada waktu itu, ia sendiri berada dalam hubungan yang sangat rahasia selama bertahun tahun dengan Putin, kata surat kabar itu, mengutip dari outlet investigasi Russia yang bernama Proekt.

The Post mengungkapkan Svetlana Krivonogikh, putrinya yang saat ini sudah menyentuh usia 18 tahun.

Baca Juga: Mesum Di Siang Bolong 30 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Di Kabupaten Bekasi

beberapa hari menjelang pemilihan parlemen pada tanggal 8 - 9 October di Republik Ceko, file file itu diduga telah mengikat  perdana menteri dari negera tersebut, orang itu bernama Babis, dengan perkebunannya yang rahasia senilai $22 juta di sebuah desa di dekat bukit yang bernama Cannes, di Prancis.

ia berbicara dalam debat disebuah televisi pada hari Minggu kemarin, Babis sendiri membantah telah melakukan kesalahan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Putra Alviandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X