Gadis Afgahanistan Terjebak Didalam Rumah, Sembari Menunggu Rencana Dari Taliban Untuk Kembali Membuka Sekolah

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:05 WIB
Anak perempuan Afganistan (Pixabay)
Anak perempuan Afganistan (Pixabay)

LIPUTAN BEKASI - Waktu pun semakin berlalu di Afghanistan, tapi pemerintahan baru yang dipimpin Taliban pun belum mengumumkan kapan akan kembali membuka sekolah menengah untuk anak anak perempuan.

Membiarkan anak-anak perempuan tersebut berdiam diri di rumah sementara untuk saudara laki laki mereka kembali ke kelas masing masing.

Dampir dua minggu sejak anak laki-laki di atas kelas enam kembali ke kelas mereka, pemerintah sendiri mengungkapkan akan terus berupaya untuk memungkinkan anak-anak perempuan ini dapat bersekolah kembali.

"Permintaan saya hanya adalah izinkan anak anak perempuan pergi ke sekolah mereka," ungkap anak itu yang bernama Marwa, seorang siswi yang berada di Kabul.

Baca Juga: Rafathar Dapat Apartemen dari Rieta Amilia, Raffi Ahmad Meminta Hadiah untuk Anak Keduanya

Digunakan Taliban untuk menggambar pemerintahan mereka yang baru. "dan para pengajar pun harus diizinkan pergi untuk mengajar anak anak perempuan tersebut,"

"Saya sendiri mempunyai cita cita untuk menjadi seorang dokter yang hebat suatu saat nanti, untuk negara saya, dan keluarga serta bekerja dibawah lingkungan masyarakat yang sama. untuk masa depan saya sendiri, tidak jelas sampe saat ini," kata Marwa

Masalah ini menjadi masalah yang sangat penting. karena uang bantuan dari seluruh dunia sangat dibutuhkan  oleh Afghanistan sendiri.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sputnik V milik Rusia, Dalam Proses Perizinan WHO

Sembari mencoba untuk mengukur, apakah pemerintahan baru yang dijalankan oleh Taliban sendiri akan memberikan kebebasan yang lebih besar kepada perempuan dan anak anak perempuan.

"Kementrian Pendidikan akan berusaha bekerja lebih keras lagi untuk meyediakan landasan pendidikan bagi perempuan perempuan sekolah menengah dalam kurun waktu secepat mungkin," Ungkap Jubir dari Taliban yang bernama Zabihullah Mujahid pada sebuah konferensi pers tanggal 21 September.

Kementrian tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan di halaman Facebook miliknya pada tanggal 24 september yang tidak ada keputusan apa apa yang dicapai tentang kapan anak perempuan mereka dapat pergi ke sekolah.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Bandar Udara Mopah Merauke, Presiden Berharap Sentra Ekonomi di Merauke Bertambah

Tetapi masalah dari situasi ini terus berlanjut dan sebuah informasi pun akan dibagikan secepat mungkin.

Tingkat pendidikan anak perempuan di Afghanistan sendiri masih tergolong relatif rendah menurut standar dunia dan jauh di bawah tingkat anak anak laki laki tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X