LIPUTANBEKASI.COM - Korea Utara sendiri mengatakan pada hari Senin akan memulihkan hotline yang sempat terputus antar-Korea mulai hari Senin mendatang.
Disatu sisi Korea Utara mendesak Korea Selatan supaya meningkatkan hubungan yang mereka jalani, dilaporkan dari media pemerintahan bernama KCNA.
Kim Jong Un, pemimpin dari Korea Utara sendiri menyatakan tentang kesiapannya minggu lalu untuk kembali mengaktifkan hotline yang terputus tersebut.
Korea Utara sendiri memutuskan hotline itu pada awal Agustus sebagai protes dari buah kerja sama Korea Selatan - Amerika Serikat dalam latihan militer yang mereka jalani.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sputnik V milik Rusia, Dalam Proses Perizinan WHO
Kantor berita resmi dari KCNA mengungkapkan saluran yang terputus itu akan kembali di hubungkan pada Senin ini pada jam 9.00 (1200 GMT) tetapi tidak lupa juga untuk menyerukan Korea Selatan untuk memenuhi tugas tugasnya tersebut, serta memulihkan hubungan lintas batas yang sebelumnya tegang,dan tidak dijelaskan lagi lebih lanjut tentang hal tersebut.
Presiden Korea telah mendorong untuk menanggalkan standar ganda dan sebuah khayalan atas kegiatan militer yang dilakukan serta pertahanan diri dari Korea Utara dalam mengembangkan senjatanya sendiri.
"Pihak yang berwenang dari Korea Selatan sendiri harus melakukan upaya yang positip untuk kembali menghubungkan antara Utara - Selatan ke jalur yang semestinya," ungkap KCNA.
Baca Juga: Uni Eropa Menunda Percakapan Dengan Australia, Akibat Kisruh Kapal Selam
Ketegangan sendiri telah berkecamuk sejak saluran tersebut telah diputus, Korea Utara memperingkatkan krisis keamanan dan menembakan serangkaian serangan rudal mereka yang baru, termasuk diantaranya ada hipersonik, anti-pesawat, dan ada rudal penjelajah strategis dengan potensi kemampuan nuklir di dalamnya.
Peluncuran dari rudal tersebut menunjukan bagaimana negara yang terpencil itu dapat mengembangkan senjata yang semakin canggih.
Korea Utara menuduh Washington tentang kebijakan bermusuhan,Pyongyang mengungkapkan bahwa negaranya bersedia untuk memperbaiki hubungan sesama Korea serta kembali mempertimbangkan pertemuan yang lainnya jika Korea Selatan masih menerapkan standar ganda.***
Artikel Terkait
Varian Terbaru Delta ini Sudah Menyebabkan Angka Kematian Akibat Covid 19 Menyentuh Hampir 5 Juta Korban Jiwa
Negara Afrika Selatan Melonggarkan Aturan Pencegahan Covid hinga Mencapai Level Terendah
Boneka ‘Squid Game’ Ternyata Milik Desa di Korea, Lucu Tapi Horror
Vaksin Covid-19 Sputnik V milik Rusia, Dalam Proses Perizinan WHO
Uni Eropa Menunda Percakapan Dengan Australia, Akibat Kisruh Kapal Selam