LIPUTAN BEKASI - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan terus memulihkan roda ekonomi dimasa pandemi ini.
Dari yang ekonomi menengah kebawah sampai menengah keatas semua merasakan dampak yang dihasilkan dari pandemi Covid-19.
Program Pemerintah dalam mengatasi mandeknya pendapatan dan ekonomi masyarakat, salah satunya adalah dengan mengembangkan usaha kreatif untuk masyarakat.
Baca Juga: Yeyyy, 5 Kota di Jabodetabek Diizinkan Membuka Pusat Perbelanjaan, Ada yang Sampai 100 Persen
Pada tahun 2022 mendatang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan mengembangkan serta mendukung kebijakan pembiayaan untuk usaha inovatif dan kreatif.
Terus mendorong skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang lebih masif lagi.
Peran BUMN, Badan Layanan Umum (BLU), Sovereign Wealth Fund (SWF), dan Special Mission Vehicle (SMV) sangat penting untuk membantu pemerintah menjalankan program ini.
Dikutip dari Portal Web Resmi kemenkeu.go.id, Sri Mulyani mengatakan “Kita telah memiliki SWF INA (Indonesia Investment Authority), kita punya SMV yang telah membangun berbagai blended finance, seperti SDG Indonesia One dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur),".
"Ini adalah bertujuan untuk terus menciptakan peluang bagi masuknya modal-modal secara produktif dan di sisi lain mengurangi risiko pembiayaan, terutama yang berasal dari utang,” kata Menkeu secara daring dalam Investor Gathering 2021 pada Senin, 13 Desember 2021.
Sisa Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pun sudah optimalkan oleh pemerintah menjadi sumber pembiayaan non utang.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) I sampai dengan III.
“Ini juga merupakan bagian strategi kami bersama Bank Indonesia untuk memberikan guidance kepada market," lanjut Sri Mulyani.
"Kepada stakeholder mengenai bagaimana otoritas fiskal dan moneter bekerja sama, bahu membahu, namun saling memberikan peranan yang independen dan juga tekanan kepada kredibilitas masing-masing otoritas,” kata Menkeu.
Artikel Terkait
Belajar dari Rumini, Antara Hidup Berkelang Sesal atau Mati dalam Cinta
Polri Ungkap Korupsi PT JIP yang Merugikan Negara 350 Miliar
Pemerintah Desa Muarabakti akan Batasi Kegiatan Masyarakat saat Malam Tahun Baru
BIMTEK Jarkomluhdes untuk Para Petani Kabupaten Bekasi agar Melek Teknologi
Dinsos Kabupaten Bekasi Memberikan Bantuan untuk Korban Banjir di Muara Gembong
PT Yili Indonesia Dairy Diresmikan Menteri Perindustrian dan Plt Bupati Bekasi, Semoga Pengangguran Berkurang
Beredar Isu, Pelaku Pencabulan di Jawa Barat Merupakan Seorang Syiah? Ini Komentar Ustad Hilmi Firdausi
Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati: Tidak Hanya Memperkosa, Guru Tersebut Juga Tega Lakukan Ini pada Anak Korban
Herry Wirawan Pemerkosa 12 Santriwati Dikaitkan dengan Mazhab Syiah, DPP ABI Keluarkan Pernyataan
Gempa Bumi 5,3 SR Mengguncang Bali dan Jawa Timur 13 Desember 2021