Arteria Dahlan Minta Kejati Dicopot Karena Berbahasa Sunda, Ridwan Kamil: Searifnya Minta Maaf

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Rabu, 19 Januari 2022 | 10:57 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta agar politisi Partai PDI-Perjuangan meminta maaf kepada masyarakat Sunda karena pernyataannya yang kontroversial. (Twitter/ridwankamil)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta agar politisi Partai PDI-Perjuangan meminta maaf kepada masyarakat Sunda karena pernyataannya yang kontroversial. (Twitter/ridwankamil)

LIPUTANBEKASI.COM - Arteria Dahlan yang menjadi sorotan karena pernyataan kontroversialnya terkait penggunaan bahasa Sunda memicu reaksi dari berbagai pihak.

Dalam video yang beredar di media sosial Twitter, Arteria Dahlan meminta agar oknum Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang menggunakan bahasa Sunda dalam rapat kerja tersebut dicopot dari jabatannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Arteria Dahlan dalam rapat forum Komisi III DPR dan Kejaksaan Agung di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 17 Januari lalu.

"Ada kritik sedikit Pak Jaksa Agung (JA), ada Kajati Pak dalam rapat, dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda," ungkap Arteria.

Baca Juga: Politisi Partai PDI-Perjuangan, Arteria Dahlan Minta Kejati Dicopot Karena Berbahasa Sunda dalam Rapat

"Ganti Pak itu. Kita ini Indonesia Pak. Nanti orang takut, kalau pakai bahasa Sunda ini orang takut, ngomong apa, sebagainya. Kami mohon yang seperti ini dilakukan tindakan tegas," lanjut Arteria.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga turut memberikan komentarnya terkait pernyataan yang dilontarkan oleh politisi Partai PDI-Perjuangan, Arteria Dahlan tersebut.

Dalam pernyataan tertulisnya di media sosial Twitter, Ridwan Kamil meminta agar Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

Baca Juga: Tidak Percaya Covid 19 Berakhir Di Jepang, Kominfo Berikan Penjelasan Terbaru

"Searifnya Bang Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat #Sunda," tulis Ridwan Kamil.

Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) juga menekankan kepada Arteria Dahlan untuk lebih bijak menyikapi perbedaan, termasuk perbedaan bahasa daerah.

"Negeri ini sudah lelah dengan pertengkaran. Nusantara ini kaya karena perbedaan, termasuk bahasa," lanjutnya.

Baca Juga: Hasil Pertandingan BRI Liga 1 Indonesia, Borneo FC Kontra Persib Bandung

Selain itu, Ridwan Kamil juga menganggap permintaan untuk memecat Kejati yang menggunakan bahasa Sunda dinilainya tidak sesuai dan terlalu berlebihan.

"Jika tidak nyaman silahkan sampaikan keberatan, namun minta pemecatan jabatan menurut saya itu berlebihan. Mari Jaga persatuan," tutup Ridwan Kamil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X