Hilangkan Perkusi Senior ke Yunior dalam Ponpes, Kemenag Bersama Polri Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

photo author
Fauzi Ghanim, Liputan Bekasi
- Jumat, 23 September 2022 | 16:35 WIB

SUKOHARJO - Perkusi di dunia pesantren menjadi heboh di dunia pendidikan, oleh karena itu Pondok Pesantren harus dikembalikan pada fitrahnya yakni pesantren yang tunduk pada Kiai. 

Hal itu disampaikan oleh Ka Kemenag Kab. Sukoharjo, Drs. H. Muh. Mulai, M. PdI pada saat menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Glodog, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurutnya, Ponpes seharusnya mengadopsi Ponpes ramah anak, perlu komitmen bersama bahwa kekerasan di Pondok yang pernah ada, maka kasus kekerasan ini jangan sampai terulang. Jangan sampai senior memperkusi yunior, contohnya senior memperkusi/bulying ke santri yunior.

Baca Juga: Simak!! 7 Minyak Esensial yang Berguna Untuk Tidur Agar Nyenyak

"Kita harus membangun budaya santri patuh kepada Kyai, santri selama didalam harus mentaati tata tertib Ponpes begitu juga setelah keluar agar bisa mentaati peraturan masyarakat, bagian dari upaya agar bisa mewujudkan Program Pesantren Ramah Anak,"

Selain itu, Muh Mulai juga berharap agar kegiatan dan silaturahmi tetap terjaga sebagai perwujudan dari pengamalan nilai -nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dari perbedaan yang ada bisa berkolaborasi melalui komunikasi aktif untuk menciptakan sebuah kekuatan dalam bingkai NKRI.

Ditempat yang sama, Direktur Ponpes PPTQ Ulul Albab Ustadz Abdurrahman menegaskan agar dalam menjalankan perintah Allah SWT, meninggalkan perbuatan dosa, maksiat dan berhati-hati dalam menjalankan kehidupan dengan menjadikan ketaqwaan sebagai pondasi dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan bernegara.

"Ponpes Ulul Albab Tahfizul Quran program utama orientasinya adalah santri menghafal Alquran 30 jus, Ponpes lama sejak 1996 yang terus isriqomah di Sukoharjo kemudian menjamur Ponpes sejenis sampai hari ini. Untuk santri Putra dan Putri jumlah 678, lokasinya di pisah saat ini terus sedang pengembangan asrama baru," ucap Ustadz Abdurahman.

Aipda Afandi Sat Bimmas Polres Sukoharjo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berharap agar silaturahmi ini bisa saling mengenal dan bersatu.

"Melalui Moderasi Beragama antara Aparat Keamanan, Pemerintah dan para Kyai serta kedepan bisa terus berkolaborasi dan bermitra sehingga tidak ada timbul kecurigaan," pungkas Aipda Afandi.

Ia berharap para santri di Ponpes Ulul Albab Ds. Godog Kec Polokarto, Sukoharjo Jawa Tengah di Ponpes, fokus belajar, mengaji, membaca Quran.

Baca Juga: Update Kasus Covid – 19 di Indonesia, Kasus Positif Bertambah Sebanyak 2.079 Orang

"Jangan ada perbuatan perkusi, kekerasan yang dilakukan senior kepada juniornya," paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fauzi Ghanim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X