Menanamkan Nilai Sosial pada Anak, Harus Diberi Waktu Khusus

photo author
Nugraheni Eri Aryani, Liputan Bekasi
- Senin, 5 Desember 2022 | 10:24 WIB
Pembiasaan pada anak (pixabay.com @Belozerovkids)
Pembiasaan pada anak (pixabay.com @Belozerovkids)

LIPUTANBEKASI.COM – Suatu nilai dan kebiasaan baik anak memang sampai kapanpun itu harus dilakukan. Proses penanaman nilai sosial anak memang harus dilakukan sejak dini.

Agar nilai dan kebiasaan baik sudah dikenal semenjak kecil, sehingga saat remaja dan dewasa kelak sudah terbiasa melakukan perilaku yang baik. Itulah waktu penanaman nilai sosial anak yang ideal.

Yang terkadang dilalaikan orang tua dan keluarga terdekatnya saat ini terkadang hanya mementingkan perkembangan otak dan keterampilan tertentu pada anak, tapi kadang hingga lalai untuk penanaman nilai sosial anak. Padahal nilai dan kebiasaan itu penting.

Padahal anak yang tidak sopan, terlalu tidak peduli, tidak punya kepekaan sosial, saat ini banyak dikeluhkan masyarakat. Bahkan terkadang sampai berkomentar bernada negatif, ‘untuk apa terampil, pintar tapi adab (sopan santun) saja tidak bisa.’

Baca Juga: Begini Proses Hilangnya Junco, Peninggalan Nenek Moyang Indonesia yang Menakjubkan

Apalagi kalau masalah kurangnya kepekaan sosial ini dihubungkan dengan tingkat derajat orang tua anak (status sosial), sehingga menimbulkan sikap apatisme dan nelangsa masyarakat pada umumnya.

Jadi memang sebenarnya masing-masing keluarga harus melatih kepekaan sosial, nilai, kebiasaan yang baik sejak dini, sehingga jika masyarakat mempertanyakan perilaku anak sekarang, jangan sampai itu terjadi.

Namun memang butuh komitmen tinggi orang tua, dan keluarganya untuk dapat disiplin dan konsekuen dalam penerapannya.

Sebenarnya, hanya butuh pembiasaan yang sederhana

Baca Juga: Dosen dan Akademisi Harus Tahu, Ini Standar Nilai KUM untuk Kenaikan Jabatan Akademik maupun Fungsional

1. Orang Tua Memberikan Contoh

Jadi anak itu suka mencontoh kebiasaan orang tuanya. Jadi semisal ada sumbangan untuk sedekah suatu acara, jangan menolaknya apalagi sambil melakukan umpatan tertentu.

Ataupun memberikan bantuan nyata saat ada tetangga yang membutuhkan bantuan moril dan materi, tentu hal itu akan menjadi contoh panutan untuk anak.

2. Titipi Anak untuk Melakukan Suatu Kebaikan Tertentu

Yang dimaksudkan disini, sebenarnya hanya untuk membiasakan anak. Misalnya, saat ke masjid, orang tua titip kepada anak untuk memasukkan sumbangan ke kotak amal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dillast Prilmulyo

Sumber: Buku https://mahasiswaindonesia.id/penanaman-nilai-nilai-so

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X