Fakta Menarik Mengenai Vaksin Dengue hingga Kisah Dokter Menangani Anak Obesitas yang Terjangkit DBD

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Senin, 28 November 2022 | 16:26 WIB
Illustrasi Nyamuk yang Hinggap di Kulit Manusia  Sumber Foto:pixels.com
Illustrasi Nyamuk yang Hinggap di Kulit Manusia Sumber Foto:pixels.com

LIPUTANBEKASI.COM - Vaksin dengue merupakan vaksin untuk mencegah infeksi dengue atau mengurangi resiko seorang anak terkena infeksi dengue yang berat.

Pada bulan September 2016 lalu, vaksin dengue pertama di dunia tersebut mendapat persetujuan dari BPOM.

Sejak saat itu, vaksin dengue tetravalen sudah resmi beredar di Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang BPOM-nya telah memberi izin edar vaksin dengue.

Saat ini, terdapat sepuluh negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue.

Baca Juga: Lirik Lagu Hati-Hati di Jalan-Tulus, Hidup Harus Terus Dijalani Meski Kisah Tak Seperti Harapan

Adapun beberapa negara tersebut diantaranya Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia.

Vaksin dengue adalah jenis virus dari grup Flavivirus yang mempunyai empat variasi, yaitu Dengue 1, Dengue 2, Dengue, dan Dengue 4.

Kandidat vaksin yang dikembangkan berdasarkan live attenuated vaccine, live recombinant vaccines, serta subunit and inactivated vaccine.

Saat ini, yang sudah sampai fase tiga adalah live attenuated recombinant vaccines baru dengan nama CYD dengue vaccine.

Kisah berikut ini berasal dari seorang dokter yang mendapat pasien anak berusia 10 tahun yang mengidap obesitas dan telah terinfeksi virus DBD.

Ketika dia bertugas sebagai dokter jaga di salah satu IGD rumah sakit umum di Kota Semarang pada tahun 2019.

Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Ingat 10 Dasar Proses Seleksi Kerja Agar Lolos Keterima!

Dokter ini mendapatkan pasien anak berusia 10 tahun dengan keluhan tidak sadarkan diri dan kejang. Dia mengalami demam tinggi sejak 4 hari lalu.

Tetapi anak tersebut tidak berobat dan hanya diberikan obat paracetamol biasa di rumah.

Saat tiba nadi dan tensinya sulit diraba. Pasien sulit untuk dipasang infus.

Anak ini mengidap obesitas dengan berat badan 69 kg dengan tinggi 120 cm. Berbagai upaya pemasangan akses pembuluh darah dilakukan.

Akhirnya berhasil dengan pemasangan di daerah selakangan bocah berbadan gempal tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan darah, dia terdiagnosis demam berdarah dan mengalami syok. Kemudian, dia dirawat di ruang intensif.

Selang empat hari perawatan, dia dapat keluar dari kondisi kritis, telah sadar, serta menjalani perawatan hingga 12 hari dan diperbolehkan pulang.

Setelah ditelusuri, dia tinggal bersama kakeknya dalam satu minggu terakhir di desa dan didapatkan banyak ban bekas yang berisi air hujan menggenang.

Dia bermain di halaman tersebut hampir setiap hari. Selang satu hari, anak ini merasakan demam tinggi.

Baca Juga: Resep Pancake: Bisa Diberi Toping Macam-Macam Lho

Si kakek dari sang anak mengira bahwa dia hanya seperti masuk angin dan dikerok, serta diberi obat rumahan.

Jika pasien saat demam mencapai tiga hari dan segera memeriksakan darah ke fasilitas kesehatan terdekat.

Terutama pemeriksaan trombosit, dia tidak akan sampai pada kondisi syok. Obesitas sangat sering menjadi permasalahan yang memberatkan penyakit demam berdarah.


Beruntungnya ia masih dapat selamat dari demam berdarah yang hampir merenggut nyawanya. Kini, dia mampu beraktivitas seperti sedia kala.

Dokter dan ahli gizi menyarankan penurunan berat badan bertahap agar tumbuh kembangnya tetap optimal sembari menurunkan berat badan.

Hikmah dapat diambil adalah jika anak demam lebih dari tiga hari dengan risiko kebersihan yang kurang baik, segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan.

Menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M plus juga dapat mencegah sarang nyamuk demam berdarah dan penyakit lainnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Buku 14 Penyakit Berbahaya yang Kamu Harus Tahu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X