Khazanah dari Buya Hamka: Mengetahui Sebab Penghuna Neraka akan Saling Ribut

photo author
Galung Triko, Liputan Bekasi
- Rabu, 16 November 2022 | 23:16 WIB
Buya Hamka tokoh cendekiawan muslim yang luas akan pengetahuannya  Sumber foto: http://bersamadakwah.net/kisah-buya-hamka/  Sumber berita: https://www.eramuslim.com/
Buya Hamka tokoh cendekiawan muslim yang luas akan pengetahuannya Sumber foto: http://bersamadakwah.net/kisah-buya-hamka/ Sumber berita: https://www.eramuslim.com/

LIPUTANBEKASI.COM – Neraka merupakan tempat bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah SWT sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Quran dan sunnah Nabi SAW

Neraka juga lantas tidak akan membuat para penghuninya berubah, meskipun mereka mengetahui sifat dan kejahatannya selama hidup di dunia

Keburukan sikap, tabiat, dan akhlak mereka direpresentasikan sangat buruk, bahkan antarsesama penghuninya.

Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman yang artinya, “(Dikatakan kepada mereka), ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka). Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka). (Para pengikut mereka menjawab), “Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.” (QS Shad: 59-60).

Baca Juga: Viral! Beredar Video Seorang Pria Aniaya Istri di Cisauk, Berikut Cerita Selengkapnya

Tafsir Buya Hamka terhadap ayat ini adalah, “rombongan yang berdesak-desak tersebut adalah mereka yang biasanya menjadi pengikut dari pimpinan dan pengajak. Saat melihat para pengikut yang berdesakan itu masuk ke dalam neraka, berkata para pemimpin itu. “Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka.”

Situasinya pada saat itu adalah semua sama, yang artinya tidak ada pemimpin dan anak buah atau pengikut

Melihat hal itu, para pengikut pun menjawab, “Sebenarnya kamulah hai para pemimpin kami yang tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang selama ini kami jadikan pemimpin yang menjerumus kan kami ke dalam azab neraka jahanam.” Sehingga timbul situasi saling menyalahkan akibat terjepit dalam azab jahanam. Di kalangan para pengikut, timbul keberanian kepada pemimpin mereka.

Para pengikut selanjutnya menyalahkan pemimpinnya atas situasi yang mengantarkannya pada neraka.

Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Menampilkan Angklung, Simak Sejarahnya

Para pengikut tersebut kemudian berdoa, yang artinya “Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barang siapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.” (QS Shad ayat 61).

Menurut Yunan Yusuf, orang-orang yang berkedudukan sebagai pemimpin apakah skala kecil atau skala besar, termasuk pemimpin negara seharusnya tidak membawa pengikutnya ke perkara durhaka kepada Allah SWT.

Mereka seharusnya menjadi teladan bagi pengikutnya. Jika mereka melakukan kejahatan dan kedurhakaan, layak sekali diberi hukuman yang melebihi dari orang biasa.

 Dilansir dari eramuslim.com***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Eramuslim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X