LIPUTANBEKASI.COM – Piala Dunia 2022, sepakbola, pemain bola, suporter bahkan para penggembira bola selalu menjadi hal yang menarik dan hangat untuk dibicarakan. Negara Qatar untuk kali ini menjadi destinasi wisata utama para pelancong selama 28 hari penuh penyelenggaraan perhelatan dunia tersebut.
Apapun itu mengenai Piala Dunia 2022 (20 November-18 Desember 2022) selalu merupakan pekerjaan keras terutama untuk Qatar selaku tuan rumah untuk menyediakan ketersediaan kelancaran proses penyelenggaraan. Walaupun sejak dulu negeri Timur Tengah ini, biasa menerima pelancong sebagai salah satu destinasi wisata, namun perhelatan kelas dunia ini tentu lebih utama lagi karena memang semuanya akan tertuju pada keberhasilan penyelenggaraan.
Baca Juga: Viral! Beredar Video Seorang Pria Aniaya Istri di Cisauk, Berikut Cerita Selengkapnya
Terutama ini berkaitan dengan akomodasi penyelenggaraan Piala Dunia 2022 untuk Qatar yang merupakan negara yang menduduki peringkat pertama negara terkaya di dunia dengan PDB atas dasar paritas daya beli (PPP) yang mencapai US$132.886 dengan luas negara sebesar provinsi Banten memang tentu akan berimbas keriuhan di negara kecil tersebut.
Seperti dilansir dari berbagai sumber, beberapa waktu lalu dimana sebagian besar pekerja asing yang terdiri dari warga Afrika dan Asia harus mencari tempat berteduh seadanya, salah satunya di pinggir jalan atau trotoar karena Pemerintah Qatar meminta para pekerja harus segera pergi yang hanya memberi waktu berkemas selama dua jam.
Perlu diketahui penduduk Qatar memang sangat berfluktuasi tergantung pada musim karena negara tersebut sangat bergantung pada buruh migran. Pada awal 2017, populasi Qatar berjumlah 2,6 juta, namun hanya 313.000 orang (12% populasi) merupakan warga negara asli Qatar, sementara sisanya 2,3 juta (88% populasi) adalah ekspatriat (warga asing).
Baca Juga: Baca Rutin 7 Kali, Inilah Doa Untuk Menjauhkan Diri Dari Siksa Neraka
Menurutnya pejabat setempat, langkah itu diambil sebagai program jangka panjang pemerintah untuk mengatur kota Doha agar lebih tertata begitu penjelasannya.
Hal lain, persiapan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 dengan meluncurkan cabin fan village atau kampung penginapan suporter, yang bisa menampung 12 ribu orang, dengan 6.000 kamar yang letaknya dekat dengan bandara. Ribuan kabin tersebut berada di desa yang cukup terpencil.
Sebagaimana tempat penginapan meskipun letak lokasinya terpencil, namun kampung penginapan suporter tersebut memiliki stasiun metro, halte bus, toko serba ada dan restoran yang sifatnya sementara(9/11).
Kampung penginapan suporter bertarif sekitar $200 - $270 per malam. Jika dirupiahkan harga tersebut berkisar Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 per malam. Ternyata sudah 60 persen dipesan.
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Menampilkan Angklung, Simak Sejarahnya
Namun sebagian besar penggemar lebih menyukai apartemen dan villa, dimana hal tersebut telah dikelola oleh perusahaan perhotelan Prancis, Accor.
Bahkan di Doha, telah disediakan tempat berkemah dan kabin, serta penginapan di kapal pesiar, sebagai langkah antisipasi penuhnya kamar hotel.
Artikel Terkait
Membuat Puding Lumut Daun Kelor: Enak dan Kaya Manfaat Tentunya!
Sosok Ibu Negara Kim Koen Hee Yang Bikin Netizen Gagal Kokus
Viral! Beredar Video Seorang Pria Aniaya Istri di Cisauk, Berikut Cerita Selengkapnya
Google Doodle Hari Ini Menampilkan Angklung, Simak Sejarahnya
Baca Rutin 7 Kali, Inilah Doa Untuk Menjauhkan Diri Dari Siksa Neraka
5 Tips Untuk Para Wanita Agar Menstruasi Teratur
Netizen Soroti kecantikan Istri Presiden Korea Selatan pada gelaran G20 di Bali
Viral! Motornya Hilang Saat Nginap di Bengkel, Pengacara Yusron Hana: Harusnya Pihak Bengkel yang Lapor!
Inilah Bentuk Perbuatan Syirik Yang Kadang Tidak Kita Sadari
5 Klub Besar Eropa yang Sumbang Pemain Terbanyak di Piala Dunia 2022 Qatar: MU menang dari Real Madrid