Strategi Pemasaran Dan Marketing Low Cost Carrier Pada Maskapai Penerbangan Airasia di Era Pandemi COVID-19

photo author
Esterina Mayretha Jessica, Liputan Bekasi
- Jumat, 21 Januari 2022 | 09:00 WIB
AirAsia terapkan LCC sebagai strategi pemasaran (Sumber :  PikiranRakyat)
AirAsia terapkan LCC sebagai strategi pemasaran (Sumber : PikiranRakyat)
LIPUTANBEKASI.COM - Konsumen transportasi udara atau penerbangan sangat menggemari konsep Low Cost Carrier (LCC) khususnya di Indonesia.
 
LCC adalah sebuah konsep strategi penurunan biaya operasional dan biaya efisiensi.
 
Salah satu maskapai penerbangan yang menerapkan LCC adalah AirAsia.
 
Strategi penurunan biaya yang diterapkan oleh AirAsia terletak pada penurunan standarisasi kabin dan armada pesawat.
 
 
Hilangnya kelas bisnis dalam layanan, berkurangnya layanan tertentu atau menambahkan biaya layanan di luar tiket, penerbangan yang dioperasikan dalam jarak pendek (point to point), dan lain-lain.
 
Konsep LCC ini telah membantu masyarakat Indonesia sebagai konsumen penerbangan dalam meningkatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat.
 
Dengan menerapkan konsep LCC, bukan hanya konsumen kalangan menengah keatas semata yang dapat melakukan akses transportasi pesawat.
 
 
Namun segala kalangan dapat memiliki akses karena harganya yang terjangkau.
 
Konsep ini lebih mengutamakan volume penumpang daripada harga, sehingga pelayanan yang diberikan pun diminimalisir.
 
Berdasarkan unsur bauran pemasaran konsep 7P, maka LCC dalam AirAsia dapat dijabarkan.
 
Dari segi Product, AirAsia bergerak di bidang transportasi udara, menerapkan LCC yaitu menekan biaya pengeluaran dengan strategi pemasaran berupa diskon di hari tertentu, dan lain-lain.
 
 
Dari segi Pricing, penetapan penentuan harga dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No.72 Tahun 2019.
 
Dari segi Promotion, beberapa promosi yang dilakukan oleh AirAsia adalah diantaranya pemotongan harga tiket pada kondisi tertentu, penyediaan tiket dalam platform online, dan lain-lain.
 
Dari segi Place, AirAsia menggunakan fasilitas bus untuk menjemput dan mengantar penumpang yang hendak naik ataupun turun dari pesawat, hal ini memangkas biaya sewa dibanding dengan menyewa jembatan layang.
 
 
Dari segi People, pilot dan kru kabin hanya memerlukan sertifikasi menerbangkan satu jenis pesawah, sehingga jika ada yang berhalangan bisa segera digantikan.
 
Dari segi Physical Evidence, pesawat AirAsia dengan tipe Airbus A320 yang tidak memerlukan banyak jenis suku cadang, dengan banyak unit dan 7 rute domestik, pemakaian rata-rata 12,5 – 13 jam dalam satu hari.
 
Dari segi Process, proses pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan melalui internet pada website penyedia layanan tiket.
 
 
Calon penumpang bisa langsung melakukan check in di bandara keberangkatan, menerima boarding pass, melakukan security check dan bisa segera naik pesawat.***
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X