• Sabtu, 23 Oktober 2021

Menjadi Tuan Rumah KTT G20 Tahun 2022, Indonesia Siap Memetik Manfaat untuk Pemulihan Ekonomi Dalam Negri

- Selasa, 21 September 2021 | 16:18 WIB
Logo Presidensi G20 2022, dimana Indonesia Pertama Kali Pegang Predensi G20. (Dok. Setkab)
Logo Presidensi G20 2022, dimana Indonesia Pertama Kali Pegang Predensi G20. (Dok. Setkab)

LIPUTAN BEKASI - Presidensi G20 tahun 2022 menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 ke-15 yang dilaksanakan di Riyadh, Arab Saudi pada 22 November 2020 tahun lalu.

Tuan rumah KTT G20 sebelumnya adalah Italia yang akan melakukan serah terima dengan Indonesia pada tanggal 30-31 Oktober 2021 di Roma, Italia.

Baca Juga: Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Menko Airlangga Memberi Apresiasi OJK dan Perbankan yang Membantu

Setiap Negara anggota G20 secara bergilir akan menjadi Presidensi KTT G20 setiap tahunnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G20 selama satu tahun.

Dikutip dari laman web kominfo.go.id, Menkominfo menyatakan “Ini merupakan kali pertama Indonesia terpilih sebagai Presidensi G20 sejak dibentuknya G20 pada tahun 1999,” ucap Menkominfo Johnny G Plate.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Masih Dimanfaatkan Orang Untuk Berbuat Baik Dan Berbuat Jahat Dari Segi Ekonomi Dan Sosial

Dalam Keterangan Pers Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate pada 14 September 2021 lalu, Beliau menyampaikan mengenai Presidensi G20 Indonesia “Serah terima Presidensi G20 dari Italia kepada Indonesia akan dilaksanakan pada KTT G20 atau G20 Leader Summit di Roma, Italia, pada tanggal 30-31 Oktober tahun 2021 ini,” ujar Johnny G Plate.

Dari terpilihnya Indonesia memegang Presidensi Group Of 20 (G20), banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari aspek Ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama Di Indonesia Dan Asia Tenggara

Beberapa manfaat tersebut yaitu membuka peluang Indonesia dalam konsumsi domestik yang bisa mencapai 1.7 triliun rupiah, penambahan PDB (Produk Domestik Bruto), dan membuka kurang lebih 33.000 lapangan kerja diberbagai sektor industri.

Halaman:

Editor: Rahmat Fauzy

Sumber: Kominfo, Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CEO Jouska Jadi Tersangka, Kronologi Kasus Jouska

Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Sembako Premium Pun Tetap Akan Dikenakan PPN

Jumat, 8 Oktober 2021 | 22:47 WIB
X