Sungai Mahakam Menjadi Jalur Transportasi Utama Angkutan Sembako, Butuh Waktu 36 Jam Untuk Pasok Sembako

photo author
Dicky Ismail, Liputan Bekasi
- Selasa, 5 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Sungai Mahakam (Tangkap Layar Instagram)
Sungai Mahakam (Tangkap Layar Instagram)
 
LIPUTAN BEKASI – Kabupaten Mahakam Ulu merupakan wilayah yang termasuk 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) yang dalam kurun waktu 9 tahun masih mengandalkan Sungai Mahakam sebagai jalur transportasinya.
 
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatn Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menerangkan pentingnya pengembangan akses transportasi di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur yang berdekatan dengan Malaysia.
 
“Pengembangan transportasi di Mahakam Ulu penting untuk menekan ekonomi biaya tinggi karena angkutan sembako masih menggunakan transportasi sungai. Sehingga harga kebutuhan bahan pokok relatif lebih mahal, disebabkan biaya angkutan yang cukup jauh dari Samarinda ke Ujoh Bilang kurang lebih 36 jam," terang Djoko dalam pesan tertulis, dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu, 2 Oktober 2021.
 
Djoko mengatakan, jika menempuh jalan darat antara Ibukota Kabupaten Ujoh Bilang-Samarinda dengan kondisi jalan yang ada, bisa memakan waktu kurang lebih 14-15 jam. 
 
 
Waktu tempuh bisa terpangkas menjadi 10 jam umpama kondisi jalan sudah mulus dan beraspal.
 
"Membangun bandara baru di dekat Ujoh Bilang yang representatif dapat ditempuh 1 jam dengan pesawat jenis ATR kapasitas 70 penumpang. Lahan untuk membangun bandara baru dekat Kota Ujoh Bilang sudah disiapkan," tuturnya.
 
Saat ini pemerintah tengah membangun Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan sepanjang 1.832,53 km melintasi 3 provinsi, yaitu Kalimantan Barat (811,72 km), Kalimantan Timur (406,26 km), dan Kalimantan Utara (614,55 km).
 
 
Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan yang melewati Kalimantan Timur menjadi yang terpendek dengan 406,26 km. 
 
Adapun mengenai Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan yang melintasi Kalimantan Timur, berada di Kabupaten Mahakam Ulu.
 
Menurut data per 29 September 2021 dari Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), target pembangunan hingga akhir 2021 antara lain; ruas jalan berupa tanah sepanjang 233,49 km (57,47 persen), rigid 4,81 km (1,19 persen), agregat 62,36 km (15,35 persen), dan yang sudah beraspal 105,60 km (25,99 persen).
 
 
Apabila Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan itu telah rampung dibangun, Djoko optimis pembangunan jalan tersebut bisa menambah akses ke Kabupaten Mahakam Ulu yang tidak hanya lewat Kabupaten Kutai Barat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X