LIPUTAN BEKASI - Start Up agribisnis e-commerce telah memasuki sektor pertanian di daerah Kabupaten Bekasi tepatnya di daerah Kecamatan Pebayuran.
Hasil panen para petani kini sudah lebih dari cukup untuk mencukupi kehidupan para petani di Kecamatan Pebayuran, terlepas dari banyaknya area persawahan yang kini dijadikan perumahan komersial di daerah lain.
Baca Juga: Perpanjangan Surat Izin Mengemudi Kini Lebih Mudah Secara Online, Asal Tahu Caranya
Dizaman yang serba modern dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat sekarang ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memanfaatkan untuk meningkatkan penjualan hasil tani sekarang.
Hasil panen para petani nantinya akan dijual dalam bentuk sudah menjadi beras kemasan dan akan dijual secara online melalui e-commerce yang tersedia di Indonesia seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia dan e-commerce lainnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faizal Hafan Farid mengatakan,“Jadi Pebayuran akan dijadikan salah satu project percontohan oleh pemerintah Provinsi Jabar untuk penerapan teknologi e-commerce memasarkan hasil pertanian seperti beras agar para petani lebih mudah memasarkannya dengan jangkauan yang lebih luas,” jelasnya.
Pemprov Jabar melalui DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan kegiatan dan bimbingan pasca panen kepada para petani yang ada di Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi pada Selasa, 07 September 2021 lalu.
Baca Juga: Cegah Warga Buang Sampah di Sungai Cilemahabang, Camat Cikarang Utara Akan Melakukan Sosialisasi
Dikegiatan tersebut para petani diberi arahan dan sosialisasi serta dibimbing selama empat bulan untuk menjual hasil panen seperti beras, langsung ke pembelinya menggunakan teknologi pemasaran secara online.
Faizal Hafan Farid menambahkan,“Dan ini tidak mudah karena kebiasaan para petani menjual hasil pertaniannya seperti beras, secara langsung ke pembeli, sekarang mereka dikenalkan dengan teknologi e-commerce untuk menjual berasnya, Kalau dibeli tengkulak kan harganya murah, tetapi kalau petani menjualnya langsung berupa beras, ini akan lebih menguntungkan,” pungkasnya.
Baca Juga: Vaksinasi Guru di Kabupaten Bekasi Sudah Mencapai 83 Persen, PTM Siap Dilaksanakan
Kegiatan ini diyakini akan memiliki penjualan pasar yang lebih luas serta memberikan dampak positif dan banyak keuntungan untuk para petani di Kecamatan Pebayuran dan Kabupaten Bekasi.
Beliau yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berharap, jika penerapan penjualan hasil panen para petani secara online ini bisa berjalan baik dan berkembang, maka Kecamatan Pebayuran akan menjadi contoh untuk penerapan teknologi ini untuk daerah-daerah lain di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Artikel Terkait
Dorong Kemajuan Koperasi dan UKM, Pj. Bupati Bekasi Tanda Tangan MoU dengan PT Hyundai
Segala Upaya Untuk Melewati Pandemi COVID-19, Pemerintah Datangkan Vaksin Pfizer Asal Amerika
Stadion Wibawa Mukti Pastikan Gelar Lanjutan Liga 1
BUMDes Setiaasih Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Pengembangan Batik Bekasi
Cara Membuat CV Lamaran Kerja untuk Fresh Graduate, Dijamin Lolos Meskipun Tanpa Pengalaman Kerja
Dinas Kesehatan Pemkot Bekasi Menginformasikan Target Dan Capaian Vaksinasi Di Bekasi Kota
Resep Masakan Pampis Tongkol Pedas Khas Manado, Enak dan Lezat
Kylian Mbappe, Pemain Yang Mempunyai Semua Kualitas Dan Pemain Masa Depan Los Blancos
Pandemi Covid-19 Masih Dimanfaatkan Orang Untuk Berbuat Baik Dan Berbuat Jahat Dari Segi Ekonomi Dan Sosial
MPR Akan Bahas Pokok-Pokok Haluan Negara, Bukan Amandemen UUD 1945 Membahas Masa Jabatan Presiden