Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Luncurkan Tujuh Aplikasi Baru SMART Birokrasi

photo author
Refly Rafesqy, Liputan Bekasi
- Rabu, 1 Desember 2021 | 08:00 WIB
Ridwan Kamil Luncurkan Tujuh Aplikasi Baru SMART Birokrasi (Pemkab Bekasi)
Ridwan Kamil Luncurkan Tujuh Aplikasi Baru SMART Birokrasi (Pemkab Bekasi)

LIPUTAN BEKASI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan tujuh aplikasi untuk dapat meningkatkan kualitas birokrasi Pemda Provinsi Jawa Barat.

Ketujuh aplikasi itu yaitu e-Kartu, e-Pensiun, e-Pangkat, e-Mutasi, e-KGB, e-Fungsional, e-Cuti.

Ketujuh aplikasi tersebut melengkapi 26 aplikasi sebelumnya untuk menunjang kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki 33 aplikasi dengan lebih dari 1000 fitur yang ada di dalam ekosistem Jabar SMART Birokrasi.

Baca Juga: Sah! APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2022 Ditetapkan DPRD Rp6,39 Triliun dalam Sidang Paripurna

Dimana itu merupakan sistem informasi manajemen ASN yang terintegrasi dengan birokrasi berbasis digital.

"Jadi hari ini ada tujuh aplikasi layanan kepegawaian melengkapi 26 yang sudah duluan. Ini menandakan satu tantangan satu aplikasi. Ini komitmen kita menjadikan ASN Jabar juara yang terwujud oleh sebuah revolusi digital," ujar Ridwan Kamil saat peluncuran di Jabar Command Center Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 15 November 2021.

Gubernur menyebut secara umum rangking e-government Indonesia saat ini masih belum maksimal walaupun sudah melompat ke rangking 88 dunia. Sementara di tingkat Asean ada di rangking enam.

Baca Juga: Lionel Messi Raih Ballon d’Or Ke-7, Ini 10 Nama Pemain yang Masuk Nominasi

"Karena kewenangan kita di provinsi minimal kita harus jadi yang terbaik se-Indonesia," ujarnya.

Terbukti 26 aplikasi lama telah mengantarkan Jabar sebagai pemerintah daerah terbaik dalam anugerah meritokrasi oleh Kemenpan RB.

Bahkan sejumlah aplikasi Jabar sudah dijadikan percontohan pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Donnarumma Meraih Trofi Yachine, Kategori Penjaga Gawang Terbaik 2021

"Kuncinya adalah mau beradaptasi, ASN yang malas, diam di zona nyaman dan tidak mau belajar akan ketinggalan," kata Kang Emil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X