LIPUTAN BEKASI – Teknologi di bidang IT saat ini berkembang dengan sangat pesat, terutama selama masa pademi Covid-19. Dan beberapa bidang IT pun semakin menjadi tren dan favorit dikalangan anak muda.
Apa itu AI? Secara singkatnya, mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya.
Selain bisa kita pelajari dan kerjakan dari rumah, bidang IT juga cukup menjanjikan untuk membangun karir, lho! Karena diperkirakan dunia IT akan merajai dunia di masa depan.
Kecerdasan Buatan atau AI, telah menjadi perbincangan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi terus menjadi salah satu tren teknologi baru karena masih terus berkembang. AI sudah dikenal dengan keunggulannya dalam pengenalan gambar dan ucapan, aplikasi navigasi, asisten pribadi smartphone, aplikasi berbagi perjalanan dan banyak lagi.
Baca Juga: HyperX Bergabung Dengan Daftar Mouse Yang Kompatibel Dengan NVIDIA Reflex
Selain itu, AI akan digunakan lebih lanjut untuk menganalisis interaksi guna menentukan koneksi dan wawasan yang mendasarinya, untuk membantu memprediksi permintaan layanan seperti rumah sakit yang memungkinkan pihak berwenang untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang pemanfaatan sumber daya dan untuk mendeteksi perubahan pola perilaku pelanggan dengan menganalisis data dalam real-time.
Pasar AI diperkirakan akan tumbuh menjadi industri senilai $190 miliar pada tahun 2025 dengan pengeluaran global untuk sistem kognitif. Dan AI mencapai lebih dari $57 miliar pada tahun 2021. Dengan AI yang melebarkan sayapnya ke berbagai sektor, pekerjaan baru akan tercipta dalam pengembangan, pemrograman, pengujian, dukungan, dan pemeliharaan.
Di sisi lain, pekerjaan di bidang AI juga menawarkan beberapa gaji tertinggi saat ini mulai dari $125.000 per tahun (insinyur pembelajaran mesin) hingga $145.000 per tahun (arsitek AI).
Baca Juga: Daur Ulang Baterai Lithium-ion untuk Bahan Baterai Kendaraan Listrik, Startup Redwood Materials
Forrester memperkirakan AI, pembelajaran mesin, dan otomatisasi akan menciptakan 9 persen pekerjaan baru di AS pada tahun 2025. Pekerjaan seperti profesional pemantauan robot, ilmuwan data, spesialis otomatisasi, dan kurator konten akan semakin banyak dibutuhkan dimasa depan.
Seperti AI, Robotic Process Automation atau RPA adalah teknologi lain yang mengotomatiskan pekerjaan. RPA adalah penggunaan perangkat lunak untuk mengotomatisasi proses bisnis seperti menerjemahkan, memproses transaksi, menangani data, dan bahkan membalas email. RPA mengotomatiskan tugas berulang yang biasa dilakukan orang.
Meskipun Forrester Research memperkirakan otomatisasi RPA akan mengancam mata pencaharian 230 juta atau lebih pekerja atau sekitar 9 persen dari tenaga kerja global, RPA juga menciptakan lapangan kerja baru sambil mengubah pekerjaan yang ada.
Baca Juga: Tersebar Hoax Melalui Group WhatsApp Jaringan Internet Mati Total, Pihak Telkom Beri Penjelasan
Bagi kamu yang punya bakat di bidang IT dan melihat ke masa depan serta mencoba memahami tren teknologi baru, RPA menawarkan banyak peluang karir. Diantaranya pengembang, manajer proyek, analis bisnis, arsitek solusi, dan konsultan.
Artikel Terkait
Ditemukan setelah Menghilang 5 hari, Gibran Ada di Dimensi Lain?
DITEMUKAN SELAMAT, Gibran Pendaki Gunung Guntur Sempat Mengalami Beberapa Hal Diluar Nalar
Karir sedang Meroket, Aktor-Idol Cha Eun-woo Beli Apartemen Mewah Rp 59,3 Miliar Tunai!
Aktor Idol Cha Eun Woo Beli Apartemen Mewah Sekitar 59 Miliar Rupiah!, Karirnya sedang Meroket
TEGA! Balita Sampai Dicat Warna Silver, Begini Tanggapan dari Dinas Sosial Tangerang Selatan
Kabar Baik KesehatanTukul Arwana Pasca Operasi, Sudah Mengalami Progress yang Positif