Kedelai Impor Mahal, Kenapa Tidak Memakai Kedelai Lokal, Berikut Penjelasannya

photo author
Siti Muspiroh, Liputan Bekasi
- Selasa, 22 Februari 2022 | 13:04 WIB
Tahu dan tempe yang merupakan hasil olahan dari kacang kedelai (Pixabay/Ika Rahma)
Tahu dan tempe yang merupakan hasil olahan dari kacang kedelai (Pixabay/Ika Rahma)

LIPUTANBEKASI.COM – Seperti yang diketahui harga kedelai impor saat ini tengah meroket tinggi.

Ada beberapa faktor yang membuat pengrajin tempe dan tahu lebih menyukai kedelai impor sebagai bahan bakunya.

Padahal jika dibandingkan dari segi gizi, kedelai lokal juga tidak kalah dengan kedelai impor.

Bahkan jika ditelusuri lebih lanjut, kualitas kedelai lokal lebih unggul.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Jawa Bali dan Luar Jawa Bali, Ada PPKM Level 3 dan PPKM Level 4

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syaifuddin, mengungkapkan bahwa kedelai lokal dari segi gizi juga lebih baik dibanding kedelai impor.

Sayangnya jika di pasaran, kedelai lokal memiliki bentuk yang tidak beragam dan juga masih sedikit kotor dibandingkan kedelai impor.

Kedelai impor memiliki bentuk yang sama dan juga lebih bersih, hal tersebut yang menjadi faktor utama pengrajin tempe dan tahu memilih kedelai impor sebagai bahan bakunya.

Baca Juga: Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe dan Tahu di Pandeglang Mogok Produksi Hari Ini

Namun jika untuk bahan baku pembuatan tahu, kedelai lokal masih bisa unggul, Rasa tahu lebih lezat, rendemennya pun lebih tinggi, dan resiko terhadap kesehatannya cukup rendah dikarenakan bukan benih transgenic, Sedangkan kedelai impor sebaliknya.

Meski unggul dalam beberapa hal, kedelai lokal punya beberapa kekurangan, diantaranya dari segi produktivitas yang lebih rendah dibandingkan kedelai impor, ukurannya yang relatif lebih kecil, serta untuk pengolahannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Kedelai impor dari tekstur dan tampilan yang terlihat lebih bagus dari kedelai lokal, serta ukuran yang lebih besar dengan transgenic menjadi hal yang disukai oleh produsen tempe dan tahu.

Baca Juga: 4 Penyebab Minyak Goreng Langka dan Mahal di Pasaran

Meskipun demikian, kedelai impor dianggap lebih menguntungkan, dikarenakan proses fermentasi yang tergolong lebih cepat dibandingkan dengan kedelai lokal, oleh karena itu para produsen dan pedagang tempe lebih suka dengan kedelai impor.

Dalam hal budidaya kedelai baik lokal maupun impor punya kelebihan masing-masing, kedelai lokal memiliki umur tanaman lebih singkat 2,5 - 3 bulan daripada impor yang mencapai 5 - 6 bulan, benihnya pun lebih alami dan non-transgenik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X