Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe dan Tahu di Pandeglang Mogok Produksi Hari Ini

photo author
Siti Muspiroh, Liputan Bekasi
- Selasa, 22 Februari 2022 | 12:32 WIB
Tampak pasar tradisional tanpa tahu dan tempe akibat mogok produksi (Twitter/@RHYTfatahillah4)
Tampak pasar tradisional tanpa tahu dan tempe akibat mogok produksi (Twitter/@RHYTfatahillah4)

LIPUTANBEKASI.COM – Harga kedelai yang semakin hari semakin mahal membuat pengrajin tempe dan tahu di Pandeglang mogok produksi.

Pengrajin tempe dan tahu sangat mengeluhkan harga Kedelai yang semakin hari terus meroket di pasaran.

Imbas dari lonjakan harga yang terus meningkat tersebut, mogok produksi menjadi pilihan pengrajin tempe dan tahu untuk menghentikan produksinya sementara waktu sembari menunggu harga kemabali normal.

Harga kedelai tersebut mengalami kenaikan yang cukup drastis dari harga normal sebelumnya hanya Rp8 ribu sampai Rp9 ribu sekarang naik menjadi Rp11 ribu bahkan mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Baca Juga: 4 Penyebab Minyak Goreng Langka dan Mahal di Pasaran

Bukan hanya di Pandeglang saja, tetapi beberapa daerah lainnya juga mengeluhkan harga Kedelai yang mahal.

Seperti yang dialami, pengrajin tempe di kawasan Tanjung Pinang, Jambi Timur dan daerah lainnya juga mengeluhkan kenaikan harga kedelai.

Pengrajin tempe dan tahu bahkan terpaksa mengurangi volume tempe yang diperkecil, Sedangkan keuntungan hanya dapat dipergunakan untuk kebutuhan dapur saja.

Baca Juga: Menohok, Sindiran Sujiwo Tedjo untuk Pembela Wayang Hingga Akui Dirinya Bukan Dalang

Dampak naiknya harga kedelai membuat sejumlah pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Pandeglang memutuskan tidak melakukan produksi untuk sementara waktu.

Keputusan untuk tidak melakukan produksi itu dimulai sejak 20 Februari hingga 23 Februari 2022 mendatang.

Hilman, salah satu pengrajin tahu menyebutkan pihaknya mengalami penurunan produksi semenjak naiknya harga kacang kedelai. Hilman mengatakan awalnya ia bisa memproduksi tahu hingga 5 kwintal per hari, namun sekarang hanya mampu 1 kwintal.

Baca Juga: Soal Wayang, Sujiwo Tejo Sindir Pembela Wayang yang Cari Muka

Penurunan produksi tersebut pun berimbas pada modal usaha dan gaji para karyawannya.

“Iya kang saya merasa kewalahan dengan harga yang mengalami kenaikan kedelai ini, harga kedelai biasanya cuma Rp 8 ribu – Rp 9 ribu tapi sekarang ini mencapai Rp 12 ribu. Mau gimana lagi yah kita hanya bisa mengikuti aturan dari pemerintah aja,” ungkap Hilman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X