4 Penyebab Minyak Goreng Langka dan Mahal di Pasaran

photo author
Siti Muspiroh, Liputan Bekasi
- Selasa, 22 Februari 2022 | 12:01 WIB
Ilustrasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi sejak awal tahun 2022. (Pixabay/Cunaplus_M.Faba)
Ilustrasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi sejak awal tahun 2022. (Pixabay/Cunaplus_M.Faba)

Tetapi HET tidak bisa sepenuhnya berjalan di lapangan lantaran kelangkaan minyak goreng tersebut.

Baca Juga: Bikin Geger Netizen, Dian Sastro Pamer Rumah, WC hingga Ruang Kerja

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira menjelaskan, ada sejumlah masalah yang menyebabkan minyak goreng masih mahal dan langka.

Terdapat empat faktor utama yang memicu kenaikan harga CPO.

Pertama, terjadinya penurunan produksi CPO di negara produsen akibat Covid-19 serta gangguan cuaca. Misalnya, produksi CPO Indonesia pada 2021 sebesar 46,88 juta ton atau turun 0,31% dibandingkan produksi 2020 sebesar 47,03 juta ton.

Baca Juga: Larang Penggunaan Wayang, Ustad Basalamah Justru Dibuatkan Wayang Mirip Dirinya

Kedua, permintaan CPO mengalami kenaikan di pasar domestik maupun pasar ekspor. Untuk permintaan minyak sawit di dalam negeri saja terjadi kenaikan 6% dari 17,34 juta ton pada 2020 menjadi 18,42 juta ton pada 2021.

Ketiga yang turut memicu kenaikan harga CPO adalah kenaikan harga komoditas energi, seperti minyak mentah, gas, dan batu bara.

Semakin mahalnya harga komoditas energi tersebut mendorong terjadinya substitusi energi fosil dengan menggunakan sumber energi yang berasal dari biofuel.

Baca Juga: Berita Terbaru, Cara Sembuh dari Omicron yang Wajib Kamu Ketahui!

Keempat, terjadinya gejala commodity super cycle di masa pandemi Covid-19 saat ini melahirkan fenomena spekulasi di pasar komoditas, termasuk pada pasar CPO.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X