Gadis Afgahanistan Terjebak Dalam Rumah Sembari Menunggu Rencana Taliban Membuka Kembali Sekolah Mereka

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:55 WIB
Para pelajar perempuan Afganistan (DW)
Para pelajar perempuan Afganistan (DW)

LIPUTANBEKASI.COM - Waktu pun semakin berlalu di Afghanistan, tapi pemerintahan baru yang dipimpin oleh Taliban pun belum mengumumkan kapan akan kembali membuka sekolah menengah untuk anak anak perempuan, membiarkan anak anak perempuan tersebut berdiam diri di rumah, sementara untuk saudara laki laki mereka kembali ke kelasnya masing masing untuk bersekolah.

hampir 2 minggu sejak anak laki laki di atas kelas enam kembali ke kelas mereka, pemerintah sendiri mengungkapkan akan terus berupaya untuk memungkinkan anak anak perempuan ini dapat bersekolah kembali.

"Permintaan saya hanya ingin anak anak perempuan dapat pergi ke sekolah mereka kembali," ungkap anak itu yang bernama Marwa, seorang siswi yang berada di Kabul. Alasan itu digunakan Taliban untuk menggambarkan pemerintahan mereka yang baru. "dan para pengajar pun harus diizinkan pergi untuk mengajar anak anak perempuan tersebut,"

"saya sendiri mempunyai cita cita untuk menjadi seorang dokter yang hebat suatu saat nanti, untuk negara saya, dan keluarga serta bekerja dibawah lingkungan masyarakat yang sama. untuk masa depan saya sendiri, tidak jelas sampe saat ini," kata Marwa.

Baca Juga: WhatsApp,Instagram,Facebook Dikabarkan Down Warganet Serang Mark Zuckerberg

Masalah ini menjadi masalah yang sangat penting. karena uang bantuan dari seluruh dunia sangat dibutuhkan  oleh Afghanistan saat ini.

sembari mencoba untuk mengukur, apakah pemerintahan baru yang dijalankan oleh Taliban sendiri akan memberikan kebebasan yang lebih besar kepada perempuan dan anak anak perempuan lainnya.

"Kementrian Pendidikan akan berusaha bekerja lebih keras lagi untuk menyediakan landasan pendidikan yang tepat bagi perempuan perempuan sekolah menengah dalam kurun waktu secepat mungkin," Ungkap Jubir dari Taliban yang bernama Zabihullah Mujahid pada sebuah konferensi pers tanggal 21 September.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang di Luar Jawa-Bali hingga 18 Oktober 2021

Kementrian tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan di halaman Facebook miliknya pada tanggal 24 september dan tidak ada keputusan apa apa yang dicapai tentang kapan anak anak perempuan mereka dapat bersekolah kembali, tetapi masalah dari situasi ini terus berlanjut dan sebuah informasi pun akan dibagikan secepat mungkin.

Tingkat pendidikan anak perempuan di Afghanistan sendiri masih tergolong relatif rendah menurut standar dunia dan jauh di bawah tingkat anak anak laki laki tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Putra Alviandi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X