LIPUTANBEKASI.COM - Ketupat merupakan salah satu makanan khas yang sering ditemui pada saat hari raya atau lebaran.
Ketupat dibuat menggunakan bahan utama beras yang dibungkus dengan anyaman dari daun janur atau daun kelapa muda.
Ketupat merupakan hidangan yang sama seperti lontong. Biasanya dapat disajikan dengan opor ataupun hidangan bersantan lainnya.
Salah satu anggota dari wali sembilan atau yang lebih dikenal dengan wali songo yaitu Sunan Kalijaga, merupakan tokoh yang pertama kali memperkenalkan ketupat kepada masyarakat jawa.
Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan 5,5 Magnitudo Guncang Sukabumi, Warga Dihimbau Tetap Tenang dan Waspada
Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai suatu perpaduan budaya sekaligus filosofi jawa yang digabungkan dengan nilai-nilai Islam.
Sunan Kalijaga membudayakan ketupat dengan istilah yang dikenal dengan Bakda.
Bakda memiliki arti setelah. Terdapat dua Bakda yang dibudayakan oleh Sunan Kalijaga, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.
Baca Juga: Awas! Daftar Kebiasaan Buruk Ini Ternyata Dapat Merusak Otak
Bakda Lebaran merupakan hari raya Idul Fitri, kemudian Bakda Kupat merupakan hari raya bagi orang yang telah melaksanakan puasa Syawal yang dilakukan selama enam hari.
Bakda Kupat biasanya dilaksanakan pada satu minggu setelah hari raya atau lebaran.
Ketupat memiliki dua makna simbolis, yaitu ngaku lepat dan laku papat.
Baca Juga: Resep Donat Kentang yang Cocok Dijadikan Menu Makanan Pembuka Ketika Berbuka Puasa
Ngaku lepat memiliki arti mengakui kesalahan, sementara laku papat berarti empat yang merupakan cerminan dari empat sisi pada ketupat.
Berikut makna simbolis dan filosofis ketupat.
Artikel Terkait
Ghibah, Perbuatan yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa Bulan Ramadhan
Jadwal Malam Nifsu Sya’ban, Bulan Persiapan Sebelum Masuknya Ramadhan
Amalan-Amalan Bulan Ramadhan dengan Pahala Berlipat Ganda
5 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar yang Turun di Bulan Ramadhan
5 Amalan Sunnah Menyambut Bulan Suci Ramadhan untuk Menuai Banyak Pahala