LIPUTAN BEKASI - Kim Song, Duta Besar Korea Utara untuk PBB pada hari Senin, 27 September 2021 mengatakan kepada Majelis Umum PBB "tidak ada lagi yang bisa disangkal" hak kami yang beribukota di Pyongyang.
Meneriakan Amerika untuk segera mengakhiri peraturan tentang sebuah "kebijakan bermusuhan" dan pengaplikasian yang disebut "standart ganda" terhadap negara komunis.
Baca Juga: Kolaborasi BTS dan Coldplay, Rilis Lagu Berjudul My Universe Dengan 2 Bahasa
"Negara kami hanya membangun sistem pertahanan berskala nasional untuk sekedar membela diri dan menjaga keamanan serta kenyamanan dengan negara anda," Ujar Kim.
Delegasi dari Korea Utara tersebut juga mendesak AS untuk menyudahkan latihan militer dengan negara tetangganya, yaitu korsel, tidak sampai disitu juga, Pendistribusian senjata pun ke semenanjung korea juga harus diakhiri.
Kim menyebutkan, "ada kemungkinan timbulnya sebuah perang baru di Semenanjung Korea bisa dikendalikan," katanya.
Baca Juga: Serangan di Tanggal 9 Maret 1945
"Bukan hanya sekedar belas kasihan dari Amerika Serikat, akan tetapi Korea Utara telah membentuk sebuah pencegahan yang suatu saat nanti dapat diandalkan serta yang dapat mengontrol pasukan dari musuh untuk mencegah adanya sebuah invasi militer," lanjutnya.
Ibu kota Korea Utara yaitu Pyongyang telah berkali kali mengungkapkan, bahwa pihaknya telah merasakan akan sebuah ancaman dari latihan gabungan AS dan Korea Selatan sebagai ancang ancang untuk invasi militer.
Baca Juga: Indonesia Mengecam Keras Vanuatu dalam Sidang PBB, Karena Sering Mengganggu Kedaulatan Indonesia
Pada September pun Korea Utara telah meluncurkan sebanyak dua rudal balistik kebawah laut, itu merupakan sebuah uji coba pertama setelah Maret 2021.
Mereka tidak memikirkan sanksi dari PBB. uji coba itu hanya berlangsung sekitar beberapa hari saja setelah Korea Utara menembakan rudal jelajah yang sanggup mencapai target dimana saja dalam area kedaulatan Korea Selatan dan Kedaulatan Jepang
Sehingga Korea Utara saat ini berada di bawah sanksi International yang turut membatasi program senjata nuklir serta rudal balistiknya.
Baca Juga: Pidato di Sidang Umum PBB, Jokowi SInggung Perihal Politisasi dan Diskriminasi Vaksin
Presiden Korea Selatan Moon Jae In mengungkapkan tes yang dilakukan oleh Korea Utara adalah sebuah bentuk Provokasi.***
Artikel Terkait
Serial Netflix 'Squid Game', Pemilik Nomor Telepon Asli Diteror Empat Ribu Penelepon Asing
Temukan 23 Jenis Burung di Hutan Mangrove Muaragembong di Hari Sungai Sedunia, oleh The Home River Bioblitz
Brimob Tewas Diduga Tertembak Anggota KKB Saat Jaga Polsek Kiwirok
Kurang Bayar Jasa Kencan, Seorang Pria Nekat Bunuh Wanita Hingga membusuk di Sumatera Selatan
Harga Telur Jeblok, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Siap Borong untuk Bansos
Apasih Gaya Hidup Sehat itu? Begini Penjelasannya
Manfaat Buah Lemon Untuk Kesehatan, Bisa Menjaga Kesehatan Kulit
Susah Move On, 10 Cara Menenangkan Hati Mu Setelah Putus Cinta
Biji Nangka Rebus bisa Melawan Kanker? Ternyata ini Alasannya