Temukan 23 Jenis Burung di Hutan Mangrove Muaragembong di Hari Sungai Sedunia, oleh The Home River Bioblitz

photo author
Tim Liputan Bekasi 02, Liputan Bekasi
- Senin, 27 September 2021 | 16:05 WIB
Tim Home River Bioblitz. (/bekasikab.co.id)
Tim Home River Bioblitz. (/bekasikab.co.id)

LIPUTAN BEKASI - Pada Minggu (26/09/2021), sejumlah komunitas pecinta lingkungan di Kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan konservasi flora dan fauna di wilayah Kecamatan Muaragembong.

Bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia, Kegiatan yang melibatkan generasi muda di wilayah Muaragembong ini digelar dalam rangka The Home River Bioblitz tahun 2021.

Para pegiat lingkungan menemukan beberapa jenis flora dan fauna yang harus dijaga kelestariannya agar tidak punah, Dalam kegiatan konservasi flora dan fauna di hutan mangrove Muaragembong.

Untuk lebih meningkatkan rasa cinta mereka kepada lingkungan di sekitarnya, panitia The Home River Bioblitz Novita Anggraeni mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan anak-anak muda dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Dapat Bertahan Hingga Seminggu, Ini Cara Simpan Roti Agar Tidak Berjamur

Dikutip liputanbekasi.com dari bekasikab.co.id dengan judul "Tim Home River Bioblitz Temukan 23 Jenis Burung di Hutan Mangrove Muaragembong."

"Antusiasme generasi muda dalam mengikuti kegiatan ini sangat baik. Kami berharap mereka bisa lebih semangat dalam mengeksplor wilayah lokalnya, agar lebih mengenal dan akhirnya memiliki penalaran baru sehingga mereka bisa lebih menyayangi lingkungan di sekitar rumah, lingkungan lokal dan lingkungan di wilayahnya,”kata Novita.

Dalam rangkaian kegiatan konservasi di hutan mangrove, pihaknya dibantu oleh komunitas Jakarta Bird Watcher Society yang berhasil mengidentifikasi 23 jenis burung yang dapat dilihat secara visual maupun dari suaranya.

Baca Juga: Penjelasan Teman Gibran sebelum Dinyatakan Hilang di Gunung Guntur Garut

"Ternyata Muaragembong itu punya banyak sekali hal yang menarik. Tadi kita sudah lihat, dalam waktu beberapa menit saja eksplor di hutan mangrove ini, terdapat 23 jenis burung, artinya potensi dari fauna ini menjadi daya tarik," tambahnya.

Sekertaris Desa (Sekdes) Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong, Ahmad Qurtubi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat mengedukasi para peserta. Menurutnya di sepanjang Sungai Citarum, banyak flora dan fauna yang harus bisa lebih terekspos dan dijaga kelestariannya.

"Masyarakat harus lebih bisa menjaga hutan mangrove, karena hutan ini juga sebagai rumah bagi hewan-hewan yang langka, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," ujarnya.

Baca Juga: Ingin Terhindar dari Pendarahan Otak, Jangan Lakukan Hal Ini

Qurtubi menyebutkan, di hutan mangrove Muaragembong masih terdapat beberapa spesies binatang yang harus dijaga kelestariannya, diantaranya burung Bangau Bluwok (mycteria cinerea) dan Burung Elang Bondol (haliastur indus).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nurrijal Fahmi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X