Serangan di Tanggal 9 Maret 1945

photo author
Langgeng Ikhtiar Pribadi, Liputan Bekasi
- Rabu, 29 September 2021 | 14:35 WIB
Ilustrasi: Pesawat Tempur (Foto: Pixabay)
Ilustrasi: Pesawat Tempur (Foto: Pixabay)

LIPUTAN BEKASI - Pada tanggal 9 Maret 1945 malam hari, pesawat tempur AS memborbardir serangan bom ke wilayah Jepang.

Pesawat itu menjatuhkan sebanyak 2000 ton bom pembakar di pusat kota Jepang yaitu Tokyo, selama kurang lebih 48.

Sekitar hampir 16mil meter persegi di dalam dan diseluruh kota Tokyo pun terbakar, jumlah korban saat itu diperkirakan antara 80.000 dan 130.000 masyarakat sipil meninggal akibat badai api terburuk pada saat itu.

Pada tanggal 9 Maret, seluruh awak Angkatan Udara berkumpul di pulau Mariana dan Saipan untuk mendapatkan komando militer.

Baca Juga: Penyalur TKI Ilegal Akhirnya Ditangkap BP2MI

Mereka pun mulai melancarkan bom tingkat rendah di Tokyo, dan dimulai pada malam hari itu.

Wilayah pinggiran Tokyo yang bernama Shitamachi menjadi target pengeboman wilayah itu, di diami sekitar 750.000 penduduk yang tinggal dibangunan sempit dan ditemani dengan bangunan yang berbingkai kayu.

Membakar "kayu yang lapuk" adalah sebuah eksperimen malam itu. hal itu juga akan menghancurkan industri ringan yang disebutkan dengan "perusahaan bayangan".

Baca Juga: Mudah, Begini Cara Membuat Permen Dalgona Mirip Dalam Film Squid Game

Pabrik itu memproduksi sebuah bahan perang untuk ditunjukan kesebuah pabrik pesawat Jepang.

Penduduk disana tidak pernah mempunyai kesempatan untuk melarikan diri darisana.

Unit pemadam kebakaran mereka pun juga kekurangan tenaga, kurangnya berlatih, serta perlengkapan yang sangat buruk.

Baca Juga: Aziz Syamsuddin Mengundurkan Diri Setelah Menjadi Tersangka, MKD : Beban DPR berkurang

Sekitar jam 17.34 pesawat pengebom dari AS pun lepas landas dari kepulauan Saipan dan Tinian. Mereka pun sampai sekitar pukul 12.15 pada tanggal 10 Maret.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Refly Rafesqy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X