LIPUTANBEKASI.COM- Pernahkah kamu mendengar mengenai tragedi Sampit? Perang brutal antar Suku Madura dan Suku Dayak
Ya, peristiwa ini termasuk dalam salah satu tragedi paling brutal yang terjadi di Indonesia, khususnya daerah Sampit di Kalimantan Tengah.
Berikut ini beberapa fakta tragedi Sampit, perang brutal antara Suku Dayak dan Suku Madura pada tanggal 18 Februari tahun 2001.
1. Puncak Konflik
Munculnya tragedi ini ternyata sudah menjadi puncak dari konflik yang sudah ada hingga lebih dari 20 tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tak Disangka! Inilah 9 Manfaat Mengkonsumsi Kacang Hijau!
Awal sebab mulanya konflik ini ternyata diantaranya bersifat ekonomi, kekerasan dan kasus asusila.
Namun, sering sekali memakan korban dari pihak Suku Dayak.
Selain itu, jumlah Suku Madura yang berada di tanah Kalimantan tumbuh semakin banyak.
Bahkan, anggota para dewan dan pimpinan kota saat itu banyak yang berasal dari keturunan Suku Madura.
2. Suku Madura Mendominasi
Dominasi Suku Madura sangat terasa setelah beberapa hukuman yang dinilai Suku Dayak selalu menguntungkan pihak dari Suku Madura.
Contohnya, pada tahun 2000, di daerah Palangkaraya, satu orang dari Suku Dayak tewas oleh oknum pengeroyok dari Suku Madura.
Baca Juga: Angin Musim, Jadi Novel Fabel Fenomenal yang Diperankan Tokoh Kucing!
Hal tersebut terjadi di depan gedung Gereja Imanuel, Jalan Bangka. Para pelaku kabur begitu saja, namun tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian.
Artikel Terkait
Kehidupan Budak Pada Zaman Romawi Kuno hingga Harus Pakai Kalung Berlabel?
Tertembak 2 Kali di Kepala, Mikhail Kutuzov Berhasil Lolos dari Maut!
Gampang Banget, Ini Cara Bikin ATM Mandiri dari Rumah
Pol Pot, Tokoh Diktator Paling Kejam di Dunia!
Mungkinkah Air Laut Bisa Padamkan Api? Begini Penjelasannya!