Penyakit Kusta Mengancam Jiwa, Pernyataan Seorang Dokter: Kusta Bisa Disembuhkan!

photo author
Maleeha Farida, Liputan Bekasi
- Jumat, 30 Desember 2022 | 12:40 WIB
 Ilustrasi Penyakit Lepra atau Kusta (Sumber: Quora/@Krisna Adi)
Ilustrasi Penyakit Lepra atau Kusta (Sumber: Quora/@Krisna Adi)
LIPUTANBEKASI.COM - Berdasarkan kutipan kisah, pengalaman seorang tenaga medis bernama Krisna Adhi. Ia telah menjadi dokter sejak tahun 2008. 
 
Menurutnya ada satu penyakit tak mematikan, namun ia bisa membuat si penderita kehilangan segala yang ia miliki.
 
Buruknya, kasus Kusta ini banyak dijumpai di Indonesia, malahan di tanah air ini yang memiliki penderita terbanyak ketiga di dunia setelah India dan Brazil.
 
Nama penyakit yang terdengar mengerikan itu adalah Lepra atau Kusta. Penyakit ini menyerang kulit dan jaringan saraf tepi. 
 
 
Membuat penderitanya berisiko mengalami kecacatan permanen yang nampak. 
 
Misalnya kaki Semper, kehilangan jari-jari tangan karena amputasi maupun proses lain.
 
Lantas, apa sebenarnya yang yang membuat penyakit Kusta ini terdengar mengerikan dan patut untuk kita ketahui? 
 
Dokter Krisna bercerita, ia pernah memiliki seorang pasien, lelaki di pertengahan usia 30 tahun. 
 
Sedih memang mendengarnya, ia seharusnya sedang dalam masa usia emas untuk bekerja.
 
Saat itu, ia memiliki seorang istri dan satu anak. Pertama kali datang, ia memiliki luka di kedua telapak kakinya.
 
Luka itu begitu buruk hingga nyaris seluruh kulit 4 yakni luka pada kaki pada penyandang Kusta.
 
Bila berjalan, ia selalu mengenakan sandal jepit, dan cairan tubuhnya beserta dengan (maaf) darah dan nanah akan ikut keluar. Meninggalkan jejak di atas lantai.
 
Kami sudah menangani semampu yang kami lakukan, dan sudah berupaya merujuknya ke rumah sakit khusus Kusta di Jawa Tengah.
 
 
Sayang, ia menolak tindakan dari rumah sakit, dan akhirnya memilih pulang paksa serta tak melanjutkan pengobatannya. 
 
Setahu saya ia direncanakan untuk dilakukan amputasi setinggi kedua sendi kaki, dan direncanakan akan dipasang protesa (kaki buatan).
 
Ada yang lebih membuat hatinya teriris, lelaki yang mengidap sakit Kusta itu kehilangan pekerjaannya, keluarganya pun akhirnya berpisah rumah.
 
Menderita sakit kronis, tanpa pekerjaan, dijauhi oleh orang lain, dan itu bisa berlangsung seumur hidupnya.
 
Tanpa pengobatan yang baik, cacatnya tak akan membaik dengan sendirinya, malah akan berpotensi bertambah.
 
Sampai dengan dokter itu meninggalkan tempat kerjanya, saya masih belum bisa membujuknya. 
 
Lelaki itu sulit dibujuk untuk kembali ke rumah sakit Khusus Kusta tersebut. Semoga saja ia diberikan yang terbaik.
 
 
"Kusta bisa disembuhkan, asalkan dengan pengobatan teratur, dan amat sangat jarang dijumpai kasus Kusta yang kambuh", tutur Krisna Adi. 
 
Tujuan utama dalam pengobatan Kusta adalah menemukan penderita sedini mungkin, dan meminimalisir kecacatan yang terjadi.
 
Kesulitannya adalah, penderita penyakit tersebut cenderung merahasiakan sakitnya. 
 
Karena masih kuatnya stigma di masyarakat, bahwa Kusta ini adalah merupakan penyakit kutukan. 
 
Padahal kusta sama seperti halnya penyakit infeksi lain dan dianggap mudah menular.
 
Malah pada kasus Kusta ini, penularan sebetulnya sangat sulit terjadi. Maka tidak seharusnya kita menjauhi mereka yang menderita.
 
Belum lagi bicara soal kecacatan Kusta yang terjadi permanen, sehingga menyebabkan si penderita tetap “ditakuti” orang lain. 
 
Sekalipun orang tersebut sudah sembuh dari penyakit Kusta, dan sudah tidak akan menular lagi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Quora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X