SPK Honda WR-V Tembus Ribuan Unit Bulan ini, Meski Terkendala Chip Semikonduktor

photo author
Mauidhotul Husniyah, Liputan Bekasi
- Rabu, 28 Desember 2022 | 13:39 WIB
SPK Honda WR-V Tembus Ribuan Unit Bulan ini, Meski Terkendala Chip Semikonduktor
SPK Honda WR-V Tembus Ribuan Unit Bulan ini, Meski Terkendala Chip Semikonduktor

LIPUTANBEKASI.COM – SPK Honda WR-V tembus ribuan unit bulan ini, meski terkendala chip semikonduktor.

Jagoan terbaru Honda di Indonesia, Honda WR-V, kini resmi meluncur dari jalur perakitan.

Setelah resmi diperkenalkan pada awal November 2022 lalu, small SUV bermesin 1500 cc tersebut kini resmi diproduksi di pabrik perakitan Honda Prospect Motor (HPM).

Dan pada 1 Desember 2022, PT Honda Prospect Motor (HPM) memulai produksi Honda WR-V untuk pasar Indonesia.

Dan setelah diluncurkan, SPK Honda WR-V SPK sangat positif. Per 18 Desember 2022, 2.850 pesanan telah didaftarkan.

Versi teratas WR-V RS CVT paling banyak dipilih. Lalu ada tipe Honda Sensing dan E CVT.

"Kita sudah mulai mass production tanggal 1 Desember 2022. Pengiriman tanggal 10 Desember ke dealer seluruh Indonesia. Pemesanan sudah sampai 2.850 per 18 Desember 2022. Paling banyak 51 persen yang RS CVT, 45 persen with Honda Sensing, 4 persen sisanya E CVT," ujar Yusak Billy, Director of Business Innovation and Sales & Marketing Bali dikutip dari websitewww.oto.com yang diunggah pada 20 Desember 2022.

Baca Juga: Bunga Citra Lestari: Pakai celana jeans sampai leher yang berharga fantastis

Akan tetapi, karena kurangnya chip semikonduktor, produksi masih harus dibatasi.

Mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke tangan konsumen. 

Setidaknya sekitar 1.700 unit VIN 2022 dapat terisi hingga akhir tahun. Meskipun tidak akan normal sampai Maret 2023.

"Tahun ini kami hanya bisa wholesales VIN 2022 atau rangka produksi 2022 sebanyak 1.700-an unit. Karena pasokan chip semikonduktor masih belum stabil sampai sekarang. Tahun depan juga masih sama, produksi per bulan sampai bulan Maret kira-kira 1.500 sampai 1.700 unit, karena masih belum stabil kondisinya," tambah Billy dikutip dari website www.oto.com yang diunggah pada 20 Desember 2022.

Perlu juga diperhatikan bahwa akan ada perubahan harga jika konsumen mendapatkan VIN 2023.

Besarannya tidak diungkapkan karena dampak perubahan biaya produksi dan NJKB.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X