3 Hadist yang Harus Diketahui untuk Tegakkan Ekonomi Islam, Menurut Ir Adiwarman Azwar Karim

photo author
Nugraheni Eri Aryani, Liputan Bekasi
- Sabtu, 8 April 2023 | 10:12 WIB
Penceramah tarawih Ir. Adiwarman Azwar Karim, M.B.A., M.A.E.P di masjid kampus UGM
Penceramah tarawih Ir. Adiwarman Azwar Karim, M.B.A., M.A.E.P di masjid kampus UGM


LIPUTANBEKASI.COM – Demi tegakkan ekonomi Islam yang perlu diterapkan dengan menerapkan ajaran Islam dan bisa terhindari dari penyimpangan ajaran tersebut. Terdapat beberapa hadist yang berkaitan dengan penegakan ekonomi yang menjadi penggerak ekonomi nasional.

Untuk itulah Ir Adiwarman Azwar Karim, SE, MBA, MAEP mengemukakan tiga hadist untuk tegakkan ekonomi Islam. Seperti yang disampaikannya dalam ceramah tarawih di masjid kampus UGM (Universitas Gadjah Mada), Yogyakarta.

Karena bagaimanapun menegakkan ekonomi adalah pilar untuk meraih kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yaitu dengan tegakkan ekonomi Islam ditengah gempuran zaman yang mau tak mau seolah menggerus hal-hal yang dipegang seseorang.

Baca Juga: Profil Dito Ariotedjo Menpora Baru Menggantikan Zainudin Amali, Jadi Menteri Termuda Kabinet Jokowi

Hadist yang pertama adalah, ‘Berimanlah pada Tuhan dan jujurlah pada Imanmu’. Dalam hal ini maka ketulusan seseorang dalam Imannya kepada Tuhan benar-benar terlihat dari perilakunya. Seperti halnya apa yang dikatakan, dilakukan, bahkan pemikiran semua sesuai dengan track ajaran Islam. Semisal, seandainya dia berpuasa walaupun tidak ada seorangpun yang melihat, dia tetap terus menjalankan ibadah puasanya tersebut.

Begitupun juga tentang keyakinan-keyakinan yang dipegang semisal mengenai kematian ataupun rejeki.

Hadits kedua, ‘Sebaik-baiknya manusia jika dia bisa bermanfaat untuk manusia lain’. Itulah sebenarnya hakikat manusia agar bisa membawa kebaikan dan manfaat untuk sesama. Seandainya ada tetangga yang berkekurangan maka wajib baginya untuk membantu membuatnya menjadi tidak lapar lagi.

Baca Juga: Profil Dito Ariotedjo Menpora Baru Menggantikan Zainudin Amali, Jadi Menteri Termuda Kabinet Jokowi

Bahkan seandainya seseorang itu ahli ibadah sekalipun, jika sampai ada tetangga yang kelaparan, maka ia akan jauh dari surga. Karena tetanggalah yang mengerti apa-apa yang terjadi di lingkungannya, maka manusia dituntut harus peka.

Hadits ketiga, ‘Siapa yang tidak bisa berterima kasih pada manusia, pada hakikatnya dia tidak bersyukur pada Tuhan’. Jika seseorang berdoa dan minta pertolongan pada Tuhan, maka Dia akan menggerakkan makhluk untuk menolongnya. Jadi tentu akan berbeda dengan para nabi.

Seperti halnya nabi Ibrahim, berdoa mohon perlindungan dari api, maka seketika api tersebut menjadi padam, sehingga tidak panas lagi. Tentu hal ini akan berbeda dengan manusia. Begitupun juga dengan nabi Musa, dan nabi-nabi yang lain.

Baca Juga: Profil Dito Ariotedjo Menpora Baru Menggantikan Zainudin Amali, Jadi Menteri Termuda Kabinet Jokowi

Seperti saat zaman nabi Nuh, ada seorang ahli ibadah. Saat air sudah setinggi lutut, datanglah tetangganya untuk mengajaknya naik ke bahtera nabi Nuh. Tapi dia menolaknya. Lalu saat air sudah setinggi dada, maka datanglah tetangganya kembali untuk mengajaknya ke bahtera tersebut. Dia tetap menolaknya dengan berkata,’Cukuplah Allah yang menolongku.’ Lalu saat air sudah setinggi rumah, datanglah tetangga tersebut dengan perahu, dia tetap saja menolaknya.

Akhirnya saat banjir besar menghantam, tamatlah riwayatnya. Bahkan setelah meninggal dia pun protes pada Tuhan, ‘Mengapa Tuhan tidak menolongnya?’

Tuhan berkata kalau Dia sudah mengutus makhluk-Nya untuk menolongnya (tetangga tersebut), hatinya saja yang terlalu sombong untuk menerima pertolongan-Ku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andini P.

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X