Gelombang Ketiga Covid-19, Diprediksi Terjadi Akhir 2021 serta Awal Tahun 2022

photo author
Amin Rahman, Liputan Bekasi
- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:50 WIB
Gelombang Ketiga Covid-19, dr. Siti Nadia Tamidzi
Gelombang Ketiga Covid-19, dr. Siti Nadia Tamidzi

LIPUTAN BEKASI - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmidzi menyebut gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia pasti akan terjadi.

Angkanya dipercaya tetap tinggi, masyarakat diminta waspada dan patuh prokes. Sejumlah negara saat ini tengah mengalami gelombang ketiga Covid-19.

Tercatat ada Singapura, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat yang sudah mengalami lonjakan kasus di Negara masing-masing.

Baca Juga: Dilakukan Tes Secara Acak, Ada Belasan Guru dan Siswa di Bandung yang Terinfeksi Covid-19

“Gelombang ketiga adalah sesuatu yang niscaya atau pasti terjadi. Karena apa? Negara yang sudah mengalami gelombang ketiga memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi, memiliki tingkat prokes yang sudah baik seperti di Inggris, AS, prokesnya lebih relaksasi,” jelas dr. Siti Nadia Tarmidzi dalam diskusi VivaTalk, Jumat 22 Oktober 2021.

Temuan ini membuat Nadia meminta masyarakat Indonesia waspada. 

Vaksinasi dan angka kasus yang menurun membuat negara percaya diri sehingga melonggarkan prokesnya. Inilah yang memicu kedatangan gelombang ketiga Covid-19.

Baca Juga: Kelaparan Sedang Mengancam Korea Utara di kala Pandemic Covid-19 Menyerang

Nadia menyebut prediksi bahwa Indonesia akan mengalami gelombang ketiga Covid-19 pada akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022. 

Ada beberapa alasan mengapa lonjakan terjadi di periode tersebut. Salah satu yang utama adalah tingginya mobilitas masyarakat di hari Natal dan Tahun Baru.

Sebelumnya, Indonesia sudah mengalami dua gelombang puncak pandemi yang selalu terhubung dengan momen liburan.

Baca Juga: Segala Upaya Untuk Melewati Pandemi COVID-19, Pemerintah Datangkan Vaksin Pfizer Asal Amerika

Pertama pada Januari 2021 dan yang kedua sepanjang Juni-Juli 2021. Prediksinya, angka kasus tetap akan tinggi karena akan ada jenis virus baru.

Untuk mengantisipasi kedatangan gelombang ketiga, ia mengingatkan bahwa vaksinasi dan protokol kesehatan dapat menekan penularan. 

Nadia menyebut, beberapa ahli telah membuat pemodelan yang menunjukkan kondisi saat gelombang ketiga bisa sama atau sedikit lebih tinggi dari gelombang kedua yang mencapai 54 ribu kasus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rahmat Fauzy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X