Mutiara Hikmah Haidar Bagir, Nabi Isa AS dalam Pandangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib

photo author
Sidik Irawan, Liputan Bekasi
- Minggu, 26 Desember 2021 | 08:00 WIB
Foto Haidar Bagir, tokoh tasawuf Indonesia yang juga pengarang buku Islam Tuhan Islam Manusia (Video Instagram/haidarbagir_official)
Foto Haidar Bagir, tokoh tasawuf Indonesia yang juga pengarang buku Islam Tuhan Islam Manusia (Video Instagram/haidarbagir_official)

LIPUTANBEKASI.COMNabi Isa AS merupakan nabi ke-24 yang diyakini oleh umat Islam dengan berbagai mukjizat yang dimilikinya, seperti menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang yang mati.

Selain mukjizat tersebut, Nabi Isa AS juga memiliki banyak kelebihan, seperti dilahirkan oleh seorang ibu yang perawan hingga kepadanya diwahyukan sebuah Kitab Suci yakni Kitab Injil.

Terlepas dari sosoknya yang menjadi Tuhan bagi umat Kristiani atau hanya seorang nabi utusan Tuhan yang diberi kelebihan berupa mukjizat (bagi umat Islam).

Mutiara hikmah dari tokoh tasawuf Indonesia, Haidar Bagir dalam utasnya di media sosial Twitter yang diunggah pada Sabtu, 25 Desember 2021 mengungkapkan sosok Nabi Isa AS dalam pandangan sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW, Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Baca Juga: Inilah Amalan yang Dapat Menolong Anda Ketika Berjalan di Siratalmustakim Menurut Syekh Ali Jaber

Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengungkapkan kesederhanaan Nabi Isa AS yang jauh dari keduniawian.

“Beliau tidur berbantalkan batu, berpakaian dari kain yang terbuat dari bahan yang kasar, makan makanan tak dimasak, berbumbu rasa laparnya,” tulis Haidar Bagir mengutip pernyataan Imam Ali.

“Bulan sebagai lampunya di malam hari, tempat berteduhnya di musim dingin hanyalah hamparan bumi dari timur sampai barat,” lanjutnya.

Baca Juga: Kedekatan Fuji dan Thariq Halilintar, H. Faisal : Selama Punya Etika dan Sikap yang Baik Tidak Masalah

Selain penggambaran sosok Nabi Isa yang penuh kezuhudan dalam hal berpakaian dan bertempat tinggal, Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga mengungkap pribadi sosok mulia tersebut.

“Makanannya yang berupa biji-bijian adalah apa yang ditumbuhkan tanah untuk hewan ternak, tak punya istri yang mengujinya, tak pula anak yang mendukakannya,” sambung Haidar Bagir.

“Tiada kekayaan yang mengacaukan (perhatiannya) atau keserakahan yang menghinakannya, kakinya adalah kendaraannya dan tangannya adalah pembantunya,” tutupnya.

Baca Juga: Profil Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, dari Mahasiswa, Pemain sampai Pelatih Sepakbola Top Dunia

Dari penggambaran tersebut, sangat tampak kesederhanaan Nabi Isa AS dalam menjalani kehidupannya serta berlepas diri dari pengaruh keduniawian (yang menghinakan).***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Supriyatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X